Laba Bakrie & Brothers Tembus Rp4,12 Triliun

Bambang W. · 2 min baca · 47 menit lalu · 20 dibaca
Bisik.id
Laba Bakrie & Brothers Tembus Rp4,12 Triliun

Gambar atau konten salah?

PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) melaporkan pendapatan bersih sebesar Rp 4,12 triliun pada kuartal ketiga tahun 2026. Jumlah ini melonjak Rp 1,47 triliun atau naik 55,45% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 2,65 triliun. Kenaikan ini cukup signifikan.

Perusahaan milik keluarga Bakrie ini juga mencatat laba kotor mencapai Rp 1,13 triliun pada kuartal III-2026. Angka ini naik Rp 634,99 miliar atau 127,82% dari Rp 496,8 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba usaha BNBR juga terdongkrak menjadi Rp 596,24 miliar. Bandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya Rp 26,41 miliar — itu lonjakan 2.157,14% atau bertambah Rp 569,82 miliar.

EBITDA perusahaan juga positif. Tercatat Rp 810,25 miliar pada kuartal III-2026, naik Rp 709,96 miliar atau 707,86% dari Rp 100,29 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

"Alhamdulillah, Perseroan terus bertumbuh di tengah kondisi ekonomi dan geopolitik global saat ini yang diwarnai oleh pertumbuhan yang melambat, tekanan inflasi, serta ketegangan di berbagai kawasan. Hal ini merupakan buah dari strategi, resiliensi, adaptabilitas, serta kerja keras seluruh tim," ujar Anindya Bakrie, Direktur Utama & CEO BNBR. Pria yang akrab disapa Anin ini juga menjabat sebagai Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia. Ia menyampaikan pernyataan ini dalam keterangan resmi pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Anindya menjelaskan, kenaikan pendapatan bersih BNBR ditopang oleh kinerja positif dari beberapa unit usaha utama. PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk atau VKTR Group mencatat kenaikan pendapatan Rp 348,09 miliar atau 48,6%. PT Bakrie Metal Industries atau BMI Group naik Rp 434,65 miliar atau 26,1%. Sementara PT Bakrie Indo Infrastructure atau BIIN Group melonjak Rp 678,87 miliar atau 248,3%.

Direktur BNBR Roy Hendrajanto M. Sakti menyatakan optimisme perusahaan mampu menjaga tren pertumbuhan jangka panjang. Optimisme ini didasari struktur keuangan yang semakin kuat, penggarapan proyek infrastruktur strategis seperti jalan tol dan jaringan pipa migas, serta ekspansi agresif di sektor industri masa depan.

Sektor masa depan yang digarap BNBR meliputi elektrifikasi transportasi, energi berkelanjutan (green energy), hingga pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy/WtE). Roy yakin sektor-sektor ini memberi nilai tambah bagi pemegang saham.

"Meski demikian, perusahaan mencatatkan penurunan laba bersih yang terutama disebabkan oleh dampak eksternal berupa kenaikan floating rate terhadap beban bunga CCT, khususnya pada tahun-tahun awal setelah akuisisi ketika komponen beban bunga masih relatif tinggi," kata Roy.

Secara keseluruhan, BNBR menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang solid di tengah tantangan ekonomi global. Kinerja positif dari unit-unit bisnis utamanya menjadi pendorong utama. Meski ada tekanan dari faktor eksternal seperti suku bunga, perusahaan tetap optimis dengan prospek jangka panjangnya.

Bakriependapatan bersihkenaikanEBITDAVKTR GroupBMI GroupBIIN Group

Komentar

Memuat komentar...