Laba SIG Melonjak 363% di Tengah Overcapacity

Sinta R. · 2 min baca · 48 menit lalu · 17 dibaca
Bisik.id
Laba SIG Melonjak 363% di Tengah Overcapacity

Gambar atau konten salah?

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, yang dikenal sebagai SIG, mencatat laba bersih sebesar Rp 532 miliar dari Januari hingga September 2026. Angka ini melonjak drastis 363,1% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan yang luar biasa ini terjadi di tengah kondisi industri semen dalam negeri yang kelebihan pasokan, atau overcapacity, serta tekanan dari kenaikan harga energi akibat situasi geopolitik global.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra, menyebut pencapaian ini sebagai bukti ketahanan perusahaan dalam memperkuat fondasi bisnisnya. "Di tengah tantangan overcapacity hingga peningkatan biaya energi, SIG menjalankan inisiatif strategis untuk mengamankan sektor penjualan dan pendapatan, mendorong efisiensi melalui operational excellence, serta pengelolaan keuangan yang baik," ujar Indra dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Permintaan semen nasional mulai pulih. Penjualan domestik SIG tumbuh 4,2% menjadi 22,27 juta ton. Total volume penjualan mencapai 27,87 juta ton. Segmen semen kantong menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan 4,6%. Sementara segmen curah juga ikut menyumbang dengan kenaikan 2,9%.

Kinerja penjualan yang positif ini mendorong pendapatan SIG naik 9,3% menjadi Rp 27,67 triliun. Beban pokok pendapatan berhasil dikendalikan, hanya naik 6,1% meskipun volume penjualan dan biaya energi meningkat. Beban keuangan bersih justru turun signifikan sebesar 37,0%. EBITDA menguat 8,4% menjadi Rp 3,56 triliun, dengan margin yang relatif stabil.

"Optimalisasi program efisiensi untuk pengendalian biaya maupun operasi telah memberikan kontribusi pada peningkatan profitabilitas. SIG membuktikan kinerja yang teruji di tengah situasi industri semen domestik yang menantang. Untuk menjaga profitabilitas tetap positif, ke depan SIG akan terus memaksimalkan peluang bisnis dan memperkuat upaya-upaya efisiensi," jelas Indra.

SIG telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mempertahankan capaian ini. Salah satu yang utama adalah memaksimalkan pasar ekspor. Langkah ini untuk menyiasati overcapacity di dalam negeri sekaligus meningkatkan utilitas pabrik. Sejak Juni 2026, anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, telah mengekspor lebih dari 300 ribu ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat. Ekspor ini dilakukan melalui kemitraan strategis bersama Taiheiyo Cement Corporation.

Perusahaan juga memantau peluang dari proyek-proyek besar pemerintah. Program 3 juta rumah, pembangunan infrastruktur nasional, giant sea wall, hingga proyek swasta seperti data center dan kawasan komersial diprediksi akan mendongkrak permintaan semen ke depan.

Dari sisi internal, SIG menata anak usahanya lewat program Streamlining Entitas SIG Group. Tujuannya menciptakan struktur bisnis yang lebih efektif dan efisien. Komitmen terhadap lingkungan juga terus digenjot. SIG gencar mempromosikan penggunaan semen hijau dan produk rendah emisi.

"SIG terus mempromosikan penggunaan semen hijau dan produk turunannya yang rendah emisi untuk memberikan beragam solusi bagi berbagai kebutuhan pembangunan sehingga setiap aktivitas konstruksi, baik rumah hingga proyek-proyek nasional, dapat dibangun dengan material yang ramah lingkungan," pungkas Indra.

Kenaikan laba bersih SIG sebesar 363,1% menunjukkan bahwa perusahaan berhasil beradaptasi di tengah tekanan overcapacity dan kenaikan biaya energi. Strategi ekspor dan efisiensi operasional menjadi kunci utama. Fokus pada semen hijau juga menjadi nilai tambah di tengah tren pembangunan berkelanjutan.

laba bersihSIGovercapacityefisiensieksporsemen hijaupenjualan

Komentar

Memuat komentar...