Lebaran 2026 Jawa Barat: 12,5 Juta Kendaraan, Kecelakaan 76%, Fatalitas 89%
Gambar atau konten salah?
Dinas Perhubungan Jawa Barat menilai penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2026 berjalan lebih terkendali dibanding tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan kendaraan tetap terjadi, namun pola pergerakan dinilai lebih terdistribusi sehingga tidak memicu kemacetan ekstrem.
Selama periode Angkutan Lebaran, total pergerakan kendaraan tercatat mencapai 12,5 juta di 10 titik pantau utama. Titik dengan volume tertinggi berada di Tanjung Pura (Bekasi) dengan 1.950.700 kendaraan, disusul Gadog (Bogor) 1.758.526 dan Nagreg (Kabupaten Bandung) 1.701.245. Roda dua masih menjadi moda yang paling mendominasi di hampir seluruh jalur utama.
Kepala Dishub Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut kondisi lalu lintas secara umum tetap terkendali meski terjadi peningkatan signifikan menjelang puncak arus mudik.
"Kondisi lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran secara umum terpantau ramai lancar dan terkendali, dengan dinamika peningkatan menjelang puncak arus mudik dan arus balik," ujar Dhani, 02 April 2026.
Dhani menjelaskan bahwa puncak arus mudik terjadi pada 22 hingga 24 Maret 2026. Setelah itu, arus balik tidak menumpuk di satu waktu, melainkan menyebar lebih merata hingga akhir periode. Pola ini menjadi salah satu kunci kelancaran lalu lintas tahun ini.
Di jalan tol, volume kendaraan juga terpantau tinggi. Tol Padaleunyi mencatat hampir 2,9 juta kendaraan masuk dan hampir 3 juta keluar. Sementara Cipularang dan Bocimi juga menunjukkan pergerakan yang padat namun tetap terkendali.
Mobilitas penumpang di sektor transportasi umum juga mengalami peningkatan. Commuter Line menjadi moda paling dominan dengan lebih dari 4 juta penumpang, disusul kereta api jarak jauh, bus di terminal tipe A dan B, hingga moda modern seperti kereta cepat dan LRT.
Dishub Jawa Barat menilai sejumlah kebijakan yang diterapkan selama mudik cukup efektif. Program mudik gratis berjalan optimal dengan tingkat keterisian hampir 100 persen. Selain itu, pemberian kompensasi kepada sopir angkutan umum dan non-motor juga berkontribusi menekan potensi kemacetan.
"Kebijakan operasional dan program pendukung berjalan efektif, antara lain program mudik gratis serta pemberian kompensasi kepada ribuan pengemudi angkot dan kendaraan tidak bermotor yang berkontribusi dalam pengurangan potensi kemacetan," jelasnya.
Rekayasa lalu lintas seperti sistem one way dan contra flow juga menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur-jalur padat. Hasilnya terlihat signifikan. Angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran turun drastis hingga 76 persen, sementara angka fatalitas bahkan merosot hingga 89 persen.
Dhani menegaskan bahwa penyelenggaraan Angkutan Lebaran tahun ini menjadi salah satu yang paling terkendali dalam beberapa tahun terakhir.
"Secara keseluruhan, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Jawa Barat berjalan optimal dan lebih terkendali dibanding tahun sebelumnya, tercermin dari penurunan signifikan kecelakaan lalu lintas hingga 76% dan fatalitas 89%," pungkasnya.
Dengan data ini, dapat dilihat bahwa upaya koordinasi lintas sektor, kebijakan operasional, dan rekayasa lalu lintas berhasil menurunkan risiko kecelakaan dan kemacetan, sekaligus meningkatkan kenyamanan perjalanan warga selama musim Lebaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIM Digital: Keamanan Tinggi, Namun Masih Butuh SIM Fisik Penuh
Polres Cimahi Tanam 2.000 Pohon di Gunung Padakasih
SMAN 28 Bandung Rekor Pendaftaran SPMB 2026 Meski Tanpa Bangunan
Perempuan Surabaya Unggah Video tentang Batalnya Pernikahan
Dzikir Petang Ditekankan Terdapat Keutamaan dalam Al‑Qur’an
Berita Terbaru
Jadwal Sholat Jawa Timur 15 Juni: Waktu Imsak hingga Isya
Real Madrid Beli Bek Kiri Chelsea, Cucurella, 60 Juta Euro
Belanda vs Jepang: Piala Dunia 2026, 3AM WIB, Dallas
Iwan Bule Hadir di Pernikahan Justin Hubner, Dapat Jersey Timnas
Lebar Jalan Calang‑Simpang Peut 3,35 km, Selesai Sep 2026
Losari, Nganjuk: Potensi Paralayang Terabaikan, Butuh Dana
Mandi Taubat 1 Muharram 1448 H: Momen Bersih Tahun Baru
Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 H: Perlindungan dan Berkah
Pelatihan Excel Akuntansi Reguler Batch 7: Praktis di EVL
