Lion Parcel Buka Kantor Pertama di Malaysia
Gambar atau konten salah?
Perusahaan jasa pengiriman barang terus berupaya memperbaiki akses konektivitas. Tujuannya sederhana: menjangkau lebih banyak peluang dan mengirim barang dengan lebih efisien, baik untuk bisnis maupun masyarakat umum.
Country Head Lion Parcel Malaysia, Alvin Williams, menyebut pasar luar negeri seperti Malaysia sangat penting. Menurutnya, negara itu bisa menjadi lokasi strategis untuk mengembangkan lanskap logistik di kawasan.
"Malaysia memiliki peran penting dalam pengembangan konektivitas logistik regional, khususnya dengan Kuala Lumpur International Airport (KLIA) yang terus mengembangkan posisinya sebagai hub regional untuk kargo udara dan transshipment. Bagi kami, hal ini menciptakan peluang untuk menghubungkan layanan logistik dengan jaringan kargo udara yang lebih luas serta mendukung pergerakan barang antara Malaysia, Indonesia, dan pasar internasional lainnya," ujar Alvin dalam siaran pers pada Rabu, 23 September 2026.
Dengan memanfaatkan konektivitas itu, Lion Parcel Malaysia ingin melengkapi infrastruktur udara dan kargo yang sudah ada. Caranya dengan menghubungkan layanan pengiriman ke jaringan logistik yang lebih besar. Saat ini, Lion Parcel Malaysia melayani pelanggan bisnis (B2B) dan ritel. Layanan mereka mencakup pengiriman internasional ke berbagai tujuan yang terhubung melalui jaringan penerbangan Lion Group.
Lion Parcel baru saja membuka kantor internasional pertamanya di Subang Jaya. Malaysia dipilih sebagai pasar pertama karena posisinya yang strategis sebagai hub regional. Lewat kehadiran di Malaysia, Lion Parcel ingin membuka lebih banyak peluang bagi pelaku usaha dan masyarakat untuk mengirim barang lintas negara.
"Malaysia merupakan langkah awal yang penting dalam perjalanan internasional Lion Parcel. Kami melihat peluang besar untuk mengoptimalkan ekosistem Lion Group, khususnya konektivitas udara Batik Air Malaysia. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh partner bisnis Lion Parcel untuk mengakses jaringan internasional yang lebih luas. Selain itu, infrastruktur kargo yang didukung oleh Cargo Terminal Operator (CTO) milik Batik Air Malaysia juga mendukung infrastruktur Lion Parcel untuk proses operasional yang lebih efisien sehingga pengiriman paket bisa lebih cepat dan aman," kata Chief Executive Officer Lion Parcel, Farian Kirana.
Kehadiran Lion Parcel di Malaysia didukung oleh ekosistem Lion Group. Salah satunya konektivitas udara melalui Batik Air Malaysia, yang saat ini melayani lebih dari 60 destinasi di 20 negara. Destinasi itu mencakup pasar utama di Asia Tenggara, Tiongkok, India, Australia, dan kawasan regional lainnya. Lion Parcel akan menggunakan jaringan ini untuk mengembangkan operasionalnya sekaligus memperluas konektivitas pengiriman antara Malaysia, Indonesia, dan pasar internasional lainnya.
Lion Parcel juga didukung oleh Cargo Terminal Operator (CTO) yang dioperasikan oleh Batik Air Malaysia. CTO ini berlokasi di KLIA Cargo Village, Selangor, Malaysia. Infrastruktur ini menjadi pembeda bagi Lion Parcel karena bisa mempercepat proses pengiriman lewat jalur udara. Kemampuan tambahan ini juga mendukung pengiriman lintas negara yang lebih aman dan efisien.
Malaysia menjadi awal dari perjalanan internasional Lion Parcel yang lebih luas. Perusahaan akan terus mencari peluang untuk memperluas konektivitas dan membangun kerja sama dengan berbagai mitra di berbagai pasar.
Singkatnya, ekspansi Lion Parcel ke Malaysia bukan sekadar membuka cabang baru. Ini soal memanfaatkan posisi Malaysia sebagai hub logistik regional. Dengan dukungan jaringan penerbangan Batik Air Malaysia dan fasilitas kargo di KLIA, perusahaan berharap bisa menawarkan layanan pengiriman yang lebih cepat dan menjangkau lebih banyak negara. Langkah ini juga menunjukkan bahwa Lion Parcel serius bersaing di pasar logistik internasional, tidak hanya di dalam negeri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
RKAB Disetujui Setengah, Penjualan Batu Bara UNTR Anjlok 22%
Astra Serap Rp17 Triliun Capex, Emas Jadi Andalan
BI Minta DANA Investigasi Transaksi Tak Sah
FIFGROUP Catat Pembiayaan Rp30 Triliun hingga Juli 2026
BI Tahan Suku Bunga Acuan di 5,75%
Rupiah Terperosok ke Rp 17.825, BI Siapkan Bantuan Baru
