Magang Nasional 2026: 150 Ribu Peserta, Uang Saku 100%
Gambar atau konten salah?
Program magang nasional 2026 akan dibuka pada bulan Juli. Jumlah peserta magang ditambah dari sebelumnya 100 ribu menjadi 150 ribu. Program ini terbuka bagi lulusan sarjana dan diploma.
Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan pemerintah tetap menanggung 100% biaya uang saku. Sebelumnya ada usulan beban uang saku ditanggung bersama antara pemerintah dan pengusaha, namun akhirnya diputuskan sama seperti angkatan pertama.
"Kemudian ada wacana awalnya bahwa uang sakunya itu sharing, tapi akhirnya kami memutuskan sama seperti angkatan pertama. Jadi, 100% ditanggung oleh pemerintah," kata Yassierli.
Uang saku akan setara Upah Minimum Provinsi atau Upah Minimum Kabupaten/Kota sesuai domisili pelaksanaan magang. Ini memastikan peserta mendapatkan kompensasi yang layak.
Yassierli menambahkan bahwa pemerintah masih membahas finalisasi anggaran program magang nasional. Kemnaker menunggu keputusan dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara.
"Kondisi saat ini tentu fase terakhirnya itu adalah terkait dengan anggaran. Ini yang sekarang sedang difinalisasi dan kita masih menunggu dari Kementerian Keuangan dan Kementerian Sekretariat Negara," ujar Yassierli.
Program magang nasional batch 1, 2, 3 tahun 2025 telah ditutup sepenuhnya hari ini. Setelah ini, peserta magang dapat mengikuti sertifikasi kompetensi di Balai-balai Ketenagakerjaan.
"Menurut kami ini suatu hal yang harusnya menjadi sesuatu hal yang baik buat mereka, sehingga tidak hanya mendapatkan portofolio, mendapatkan sertifikat magang, tapi juga ada peluang untuk mendapatkan sertifikat kompetensi," tuturnya.
Konferensi pers di Kemnaker, Jakarta Selatan, berlangsung pada 18 Juni 2026. Yassierli menegaskan komitmen pemerintah terhadap pelatihan kerja.
Program magang nasional 2026 menandai upaya pemerintah untuk memperluas kesempatan kerja bagi lulusan baru, meski masih menunggu finalisasi anggaran.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
