Mahasiswa S2 China Bekerja Kuli Bangunan di Hong Kong
Gambar atau konten salah?
Seorang pria asal China yang telah menamatkan studi S2 memutuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan di Hong Kong. Ia kini menjadi bagian dari satu proyek konstruksi yang terletak di dekat Stasiun MRT Tai Wai.
Dengan latar belakang pendidikan pascasarjana, ia seharusnya dapat mencari pekerjaan di kantor yang nyaman dan berupah tinggi. Namun, ia memilih untuk bekerja paruh waktu sebagai kuli magang dan memanfaatkan pengalaman serta ilmu yang didapat selama kuliah untuk membantu proyek tersebut.
Melalui beberapa postingan di platform Xiaohongshu, ia mengungkapkan rutinitasnya. Setiap pagi, ia berangkat ke lokasi proyek sekitar pukul 06.40 waktu setempat. Sesampainya di sana, ia segera berganti pakaian: celana panjang, sepatu keselamatan, helm proyek, dan rompi. Ia kemudian langsung mengikuti arahan mandor dan memulai pekerjaannya.
Dalam peranannya, ia tidak ditugaskan untuk memotong besi, mengecor lantai, atau mengebor dinding. Meskipun demikian, tugas utamanya cukup berat: mengangkut ratusan sak semen seberat 40 kilogram. Ia mengklaim dapat mengangkut sekitar 100 sak semen dalam satu hari, dengan jumlah tertinggi mencapai 153 sak semen dalam sehari.
Di setiap unggahan, ia selalu menekankan pentingnya sarapan. “Saya selalu sarapan karena pekerjaan di lokasi proyek sangat berat,” ungkapnya, dikutip Senin (06 April 2026). Sarapan menjadi kunci bagi energi yang dibutuhkan selama bekerja di lokasi.
Netizen di China memberikan apresiasi tinggi terhadap pemuda tersebut. Mereka kagum dengan sifat kerja keras dan tekadnya, meski sudah memiliki ijazah S2 dan bisa melamar di perusahaan ternama. Salah satu komentar menyatakan, “Hormat untuknya! Sangat pekerja keras dan tentu punya pendidikan.” Sementara komentar lain menulis, “Ia pintar dan bekerja keras, sehingga dapat menghasilkan uang sambil berolahraga.”
Keputusan pemuda ini menyoroti pilihan yang tak biasa bagi seorang lulusan pascasarjana. Ia memilih kerja keras di lapangan, menekankan nilai kerja keras dan disiplin, sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan tidak selalu menentukan jalur karier. Ia tetap menjaga semangatnya, memanfaatkan setiap kesempatan untuk belajar dan menghasilkan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Kendala Situs SPMB 2026 Orang Tua Kesulitan Akses Hasil
Banjir di Jakarta, Ribuan Penduduk Pindah ke Kawasan Tinggi
PKB Jabar Fest 14 Juni: DPAC Jawa Barat Di Arcamanik Youth
Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia Setelah IPO SpaceX
Satria Muda Kalah 79-82 vs Bogor Hornbills Semifinal IBL
Berita Terbaru
Harga Emas Antam Palembang Naik Tipis 2.000 Rupiah
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
