Man City Menang 2-1 atas Arsenal, Guardiola Tegaskan Pesta
Gambar atau konten salah?
Manchester City merayakan kemenangan 2-1 atas Arsenal di Stadion Etihad pada hari Minggu, 19 April 2026. Hasil tersebut memberi tekanan pada The Gunners yang masih memegang posisi teratas klasemen. Para pemain City, termasuk Erling Haaland, mengekspresikan kegembiraan yang kuat.
Walaupun Arsenal masih unggul tiga poin, City memiliki satu laga lagi melawan Burnley pada Kamis, 23 April 2026, pukul 02.00 WIB. Jika City menang, mereka dapat menurunkan posisi Mikel Arteta ke posisi terendah.
Reaksi publik terhadap perayaan City tidak sejalan. Beberapa pundit, seperti Wayne Rooney dan Danny Murphy, menilai bahwa perayaan tersebut terlalu dini dan berlebihan, seolah-olah kemenangan sudah pasti.
Manajer Pep Guardiola menolak kritik tersebut. Ia berkata, "Saat mereka (pemain City) merayakan kemenangan, orang-orang boleh mengatakan hal-hal bodoh apa pun yang mereka mau, mereka merayakan karena mereka tahu kualitas lawan. Mereka tahu jika kita tidak menang, itu akan menjadi 'selamat tinggal' (untuk perburuan gelar)," dikutip BBC.
Guardiola menambahkan, "Mereka menang dan kami masih ada. Bagaimana mungkin mereka tidak merayakannya? Selama Anda menghormati lawan dan penggemar lawan, rayakanlah sesuka Anda. Menunggu sampai akhir musim untuk merayakan? Ayolah."
Ia juga menegaskan, "Saya berkata kepada mereka 'di setiap laga, hormati penggemar kita' dan nikmati momennya. Apa gunanya jika tidak menikmatinya? Anda hanya perlu merayakan sekali jika menang? Dan jika tidak menang, Anda menangis sepanjang waktu? Ayolah."
Guardiola menekankan bahwa perayaan tidak akan terjadi di tengah pekan jika kemenangan lebih besar, seperti 3-0 atau 4-0, dan lawannya berbeda. "Itu adalah final. Terutama bagi kami. Mungkin bukan bagi mereka, tetapi bagi kami itu adalah final dan tentu saja kami harus merayakannya," jelasnya.
Para pemain City menunjukkan semangat tinggi, menandai kemenangan penting di tengah persaingan ketat. Kritik terhadap perayaan mereka menyoroti perbedaan pandangan tentang bagaimana merayakan kemenangan di liga.
Secara keseluruhan, kemenangan City menambah ketegangan di klasemen, sementara Guardiola menegaskan bahwa kebahagiaan tim adalah bagian dari proses menuju gelar. Perayaan ini mencerminkan keyakinan bahwa setiap kemenangan layak dirayakan, asalkan tetap menghormati lawan dan penggemar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
Rakhmad Basuki: Dari Larangan Orang Tua Jadi Pelatih Pro
Mourinho Setuju Kembali ke Real Madrid jika Perez Terpilih
Brasil Bayar 203 Miliar Rupiah ke Ancelotti, Piala 2026
Hanya 8 Tim Piala Dunia 2026 Punya Pemain Lokal, 310 Luar Negeri
Berita Terbaru
Damri: Rute Bus Palembang–Lampung, Harga Rp 200–228 Ribu
Raffi Ahmad Operasi Benjolan Bahu Setelah Haji, Tertutup
Kementerian Agama Tetapkan 16 Juni 2026 sebagai Puasa 1 Muharram
Bom Incendiary Ditemukan dan Dimusnahkan di Sungai Ariyau, Jayapura
Peternak Sapi Perah Dusun Brau Siap Hadapi Musim Kemarau
Prabowo Luncurkan Program Makan Bergizi Gratis di Sentul
Indonesia Open 2026: 16 Besar di Istora Senayan, Menang
Prabowo Buka Penerbangan Bandara Bandung & Yogyakarta
Messi Terima Penghargaan Putri Asturias di Kansas City
Garuda Muda vs Timor Leste: Piala AFF 2026 di Sumut
