Masjid Istiqlal Makassar Kumpulkan 35 Ton Sampah

Hendra M. · 3 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Masjid Istiqlal Makassar Kumpulkan 35 Ton Sampah

Gambar atau konten salah?

Masjid Istiqlal di Makassar bukan sekadar tempat salat. Ikon nasional ini, yang disebut-sebut sebagai masjid terbesar di Asia Tenggara, menjalankan fungsi yang lebih luas. Sejak zaman Rasulullah SAW, masjid memang menjadi pusat peradaban. Di sanalah umat berkumpul, belajar, bermusyawarah, dan saling membantu. Istiqlal mencoba menghidupkan kembali semangat itu melalui berbagai program nyata.

Program-programnya beragam. Ada yang berkaitan dengan lingkungan hidup, ada pula yang menyentuh ekonomi dan kesehatan. Semua ini bertujuan memperkuat tali persaudaraan sesama Muslim dan memberikan manfaat langsung ke masyarakat. Salah satu inisiatif yang menarik perhatian adalah Ramadan Bersih. Gerakan ini mengajak jemaah lebih peduli pada sampah selama bulan puasa. Caranya? Dengan edukasi, penyediaan tempat sampah yang sudah dipilah, dan kerja sama dengan lembaga pengelola sampah. Tujuannya jelas: mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA).

Program Ramadan Bersih pertama kali diluncurkan pada tahun 2024. Saat itu, Masjid Istiqlal menggandeng Unilever Indonesia. Hasilnya cukup mencengangkan. Hingga tahun 2026, total sampah yang terkumpul mencapai lebih dari 35 ton. Rinciannya: 9.134 kilogram pada 2024, 11.168 kilogram pada 2025, dan melonjak menjadi 15.936 kilogram pada 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan kesadaran jemaah dari tahun ke tahun.

Selain Ramadan Bersih, ada fasilitas bernama Gerai Daur Ulang (GDU). Letaknya di Gerbang Al-Aziz Masjid Istiqlal. Di sini, masyarakat bisa menyetorkan sampah yang sudah dipilah. Sampah itu lalu ditukar dengan uang. Jenis sampah yang diterima cukup banyak: plastik, botol PET, kardus, kertas, kaleng aluminium, kaca, sumpit kayu, hingga minyak jelantah. GDU mulai beroperasi pada 2025. Hingga kini, lebih dari 19 ton sampah sudah terkumpul. Sampah-sampah itu kemudian diproses kembali agar memiliki nilai ekonomi.

GDU tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah. Fungsinya lebih dari itu. Tempat ini juga menjadi pusat edukasi lingkungan. Ada program bernama Seruan Sekolah. Program ini memberikan pemahaman kepada siswa madrasah Istiqlal dan petugas masjid tentang pentingnya memilah sampah. Mereka juga diajarkan tentang ekonomi sirkular, di mana sampah tidak lagi dipandang sebagai barang tak berguna.

Di bidang ekonomi, Masjid Istiqlal juga bergerak. Ada program Pembinaan UMKM dan Pengembangan Ekonomi Umat. Program ini diselenggarakan oleh Bidang Sosial dan Pemberdayaan Umat BPMI bersama Baitulmaal Muamalat. Tujuannya kembali pada fungsi masjid sebagai pusat peradaban. Peserta program mendapatkan pelatihan. Materinya meliputi literasi keuangan syariah, inovasi bisnis, dan kepemimpinan UMKM. Tidak hanya itu, para pelaku usaha binaan juga mendapat bantuan modal usaha. Mereka juga dibukakan rekening usaha. Semua ini diharapkan bisa membantu bisnis mereka naik kelas.

Di bidang kesehatan, ada Layanan Khitanan Terpadu. Program ini kembali digelar tahun ini. Layanan khitan diberikan secara steril dan aman. Sasaran program ini adalah 110 anak yatim dan dhuafa. Jumlah ini meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu. Kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 15 Juli tahun ini. Acara tersebut dihadiri oleh Menteri Agama RI sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Prof Dr KH Nasaruddin Umar. Menurutnya, program khitan ini bukan hanya bagian dari syariat Islam. Lebih dari itu, ini adalah bentuk dukungan agar setiap anak mendapatkan akses layanan kesehatan dasar. Tujuannya mulia: menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.

Masjid Istiqlal membuktikan diri sebagai institusi yang tidak hanya mengurus urusan spiritual. Melalui program-program seperti Ramadan Bersih, Gerai Daur Ulang, pembinaan UMKM, dan khitanan massal, masjid ini berusaha menjawab persoalan nyata masyarakat. Dari sampah yang diolah hingga anak-anak yang mendapatkan layanan kesehatan, semuanya adalah upaya menghidupkan kembali fungsi masjid sebagai pusat peradaban. Tidak ada yang revolusioner di sini. Hanya langkah-langkah kecil yang konsisten, yang jika diakumulasi, menghasilkan dampak yang tidak kecil.

Masjid Istiqlalprogram Ramadan Bersihdaur ulang sampahpembinaan UMKMpusat peradabankesehatanekonomi umat

Komentar

Memuat komentar...