Medela Potentia RUPS: Dividen Rp12,6 Saham, Ganti Direktur

Vera T. · 3 min baca · 23 hari lalu · 63 dibaca
Bisik.id
Medela Potentia RUPS: Dividen Rp12,6 Saham, Ganti Direktur

Gambar atau konten salah?

Rapat Umum Pemegang Saham tahunan PT Medela Potentia Tbk (MDLA) berlangsung pada Selasa, 12 Mei 2026 di Jakarta. RUPS ini meninjau tiga agenda utama: pembagian dividen tunai tahun buku 2025, perubahan susunan direksi, dan strategi pertumbuhan Perseroan untuk tahun 2026. Semua keputusan disetujui oleh para pemegang saham.

Dividen tunai yang disetujui mencapai Rp176.561.595.000, setara dengan Rp12,6 per saham. Besaran ini mencerminkan kinerja Perseroan yang solid serta konsistensi dalam memberikan nilai tambah berkelanjutan kepada pemegang saham. Pembagian dividen ini menandai komitmen perusahaan sejak menjadi perusahaan terbuka.

“Perseroan mempertahankan dividen reguler sebesar 40% dari laba bersih, sekaligus menambahkan dividen tambahan sebesar 5 persen. Total dividen yang dibagikan mencapai Rp12,6 per saham, meningkat 28,5% dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Wimala dalam siaran pers, Selasa (12/5/2026).

Selama RUPS, pemegang saham juga menyetujui pengunduran diri Krestijanto Pandji dari jabatan Direktur Utama. Perseroan mengucapkan terima kasih atas kontribusinya dalam memperkuat tata kelola, mempercepat transformasi bisnis, dan meningkatkan kinerja korporasi serta daya adaptasi perusahaan.

“Pergantian kepemimpinan ini diharapkan dapat semakin memperkuat fondasi organisasi serta mendorong akselerasi strategi bisnis Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Wimala. Pernyataan ini menegaskan harapan bahwa transisi kepemimpinan akan memelihara kesinambungan kinerja dan memperkuat arah pertumbuhan jangka panjang.

Juliwaty diangkat sebagai Direktur Utama baru Perseroan. Sebelum ini, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Anugrah Argon Medica (AAM), anak perusahaan PT Medela Potentia Tbk. Pengalaman panjangnya di industri kesehatan diharapkan membawa perspektif baru dalam memimpin perusahaan.

Perseroan menekankan bahwa perubahan susunan direksi ini diharapkan dapat melanjutkan kepemimpinan sekaligus meningkatkan kinerja perusahaan menghadapi dinamika industri kesehatan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi menjaga kesinambungan kinerja dan memperkuat arah pertumbuhan jangka panjang.

“Perseroan terus memperkuat fondasi pertumbuhan melalui pengembangan infrastruktur distribusi, penambahan prinsipal, serta penjajakan kerja sama strategis di bisnis alat kesehatan dengan mitra global untuk menghadirkan produk berkualitas yang diproduksi di dalam negeri,” ujar Harris Lesmana, Investor Relations Director PT Medela Potentia Tbk.

Di kuartal pertama 2026, MDLA menunjukkan kinerja yang solid. Pendapatan tumbuh positif 3,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, mendorong laba periode berjalan naik 7,4% menjadi Rp119,32 miliar. Pertumbuhan ini didorong oleh penjualan produk farmasi dan efisiensi operasional di seluruh jaringan distribusi.

Penjualan neto mencapai Rp4,03 triliun hingga 31 Maret 2026, meningkat dari Rp3,9 triliun pada kuartal I 2025. Produk farmasi menjadi kontributor utama dengan Rp3,26 triliun, lebih tinggi dari Rp2,7 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penjualan alat kesehatan dan produk kesehatan masing‑masing menghasilkan Rp394,5 miliar dan Rp380,2 miliar.

Perseroan terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh kegiatan operasional. Di bidang lingkungan, perusahaan mulai menggunakan armada mobil listrik untuk distribusi farmasi, melanjutkan inisiatif sebelumnya dengan pengoperasian 106 unit motor listrik di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.

Di sisi sosial, Perseroan akan melanjutkan program cek kesehatan gratis di berbagai kota di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kontribusi dalam upaya pencegahan penyakit kronis dan peningkatan literasi kesehatan masyarakat.

Secara keseluruhan, PT Medela Potentia Tbk menegaskan komitmennya pada pertumbuhan berkelanjutan melalui diversifikasi produk, penguatan jaringan distribusi, dan integrasi nilai ESG. Langkah-langkah ini diharapkan akan memperkuat posisi kompetitif perusahaan di pasar kesehatan nasional.

dividen tunaiperubahan direksipertumbuhan perusahaaninfrastruktur distribusiESGarmada mobil listrikproduk farmasi

Komentar

Memuat komentar...