AIC Singapura-HK: 6.000 Investor, 3.000 Pertemuan, Tinjau Makro
Gambar atau konten salah?
Jakarta – Forum UBS Asian Investment Conference (AIC) digelar di Singapura dan Hong Kong, menampung lebih dari 6.000 investor global dan memfasilitasi lebih dari 3.000 pertemuan antara perusahaan publik, swasta, dan investor. Acara ini menjadi panggung bagi para pemangku kepentingan untuk mendiskusikan tren makro, perdagangan global, komoditas, serta perubahan kebijakan.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menegaskan bahwa pasar obligasi pemerintah tetap tangguh meski volatilitas global. Ia menyatakan, “Bahkan di tengah volatilitas global, pasar obligasi pemerintah Indonesia tetap tangguh, didukung oleh kredibilitas kebijakan dan basis investor domestik yang stabil. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan terus berfungsi sebagai peredam kejut (shock absorber), guna melindungi daya beli masyarakat serta menjaga stabilitas makroekonomi,” dalam
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
