Minyak Brent Turun, Pasokan Menguat Pasca Kesepakatan AS‑Iran

Jaka M. · 1 min baca · 8 jam lalu · 5 dibaca
Bisik.id
Minyak Brent Turun, Pasokan Menguat Pasca Kesepakatan AS‑Iran

Gambar atau konten salah?

Harga minyak mentah Brent turun di pasar global. Pada pukul 06.31 GMT hari ini, harga menurun 45 sen, atau 0,5 %, menjadi US$ 80,51 per barel. Sebelumnya, pada Senin, harga menurun hampir 5 % menutup pada level terendah sejak 4 Maret 2026.

Penurunan ini disertai kabar damai antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua negara setuju membuka kembali Selat Hormuz, jalur utama pengiriman energi dunia. Jika jalur ini kembali beroperasi, stok minyak di pasar akan lebih stabil.

Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa ia telah menandatangani nota kesepahaman untuk mengakhiri konflik antara AS dan Israel dengan Iran. Meski Trump belum mempublikasikan isi kesepakatan, Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menegaskan bahwa perjanjian tersebut akan mengakhiri pertempuran.

Namun, stok minyak di Amerika Serikat tidak akan langsung melimpah. Para analis memperkirakan waktu pemulihan arus kapal tanker akan memakan waktu beberapa minggu. Dari sini, kemungkinan akan memakan waktu beberapa minggu untuk memulihkan arus kapal tanker. Kami memperkirakan 50% produksi akan kembali pada bulan September, dan 80% pada bulan Desember, sedikit lebih cepat dari sebelumnya, kata analis Morgan Stanley, dikutip dari Reuters, Selasa 16 Juni 2026.

Analisis ini menunjukkan bahwa meski ada kesepakatan damai, pasokan energi masih memerlukan waktu untuk menyesuaikan. Kenaikan produksi yang diperkirakan pada bulan September dan Desember menandakan proses pemulihan akan berlangsung secara bertahap.

Kesimpulannya, harga minyak turun karena harapan akan peningkatan pasokan. Tetapi, pemulihan stok masih memerlukan waktu, dan pasar harus menunggu perkembangan lebih lanjut dari perjanjian antara AS dan Iran.

Minyak mentah BrentSelat HormuzDonald TrumpIsraelIranpasokan energiMorgan Stanleyharga minyak

Komentar

Memuat komentar...