Modal Asing Rp 131 Triliun Masuk ke Obligasi RI

Ani R. · 2 min baca · 1 jam lalu · 17 dibaca
Bisik.id
Modal Asing Rp 131 Triliun Masuk ke Obligasi RI

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengungkapkan bahwa modal asing mulai masuk kembali ke pasar obligasi Indonesia. Sepanjang periode 1 Januari hingga 7 Oktober 2026, aliran dana asing yang masuk tercatat mencapai Rp 131 triliun melalui instrumen Surat Berharga Negara (SBN) dan Surat Berharga Bank Indonesia.

"Ini adalah suatu indikator seberapa dipercayanya perekonomian kita. Pada saat sampai dengan tanggal 7 Oktober kemarin, aliran modal masuk ke Indonesia itu positif, Rp 131 triliun sepanjang tahun dan 1 Januari sampai dengan 7 Oktober," ungkap Suahasil dalam sambutannya di acara Investor Daily Summit di Hotel Raffles, Jakarta, Kamis (8 Oktober 2026).

Suahasil menjelaskan bahwa capaian ini mencerminkan tingginya minat investor terhadap pasar keuangan dalam negeri. Menurutnya, obligasi pemerintah dipilih karena dinilai kredibel dan dapat dipercaya. "Surat Berharga Negara dan Surat Berharga dari Bank Indonesia itu cukup mendapatkan pengakuan sebagai surat berharga yang kredibel, sehingga secara neto masuk aliran modal tersebut," jelasnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa premi bunga Indonesia tercatat sekitar 188 basis poin hingga 7 Oktober 2026. Semakin kecil selisih suku bunga tersebut, kata dia, menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap pengelolaan ekonomi makro Indonesia. Kondisi ini dinilai membantu menjaga aliran modal masuk, baik melalui SBN maupun surat berharga BI.

Ia juga menyebutkan bahwa premi 188 basis poin yang dimiliki Indonesia lebih baik dibandingkan sejumlah negara berkembang lainnya. Beberapa negara yang dimaksud antara lain India, Filipina, Afrika Selatan, Meksiko, dan Brasil. "Dengan kita punya spread yang lebih kecil, kita tadi seperti saya sampaikan di depan, telah mampu menjaga capital inflow saat ini, baik melalui SBN, baik melalui surat berharga Bank Indonesia," terang Suahasil.

Suahasil turut mengungkapkan penyebab perpindahan aliran modal asing ke Amerika Serikat (AS). Ia menjelaskan bahwa suku bunga AS saat ini berada di level tertinggi dalam sekitar 23 tahun terakhir, yakni sebesar 5,28%. Kondisi ini membuat AS menjadi lebih menarik bagi para investor. Alhasil, sebagian modal asing kembali mengalir ke AS karena investor mengejar imbal hasil yang lebih tinggi.

"Banyak modal kembali ke Amerika, karena suku bunganya relatif tinggi, bahkan tertinggi di dalam hampir 23 tahun terakhir. Apa yang akan terjadi kepada dunia berkembang seperti Indonesia? Modal lari keluar ke Amerika," tuturnya.

Meski demikian, masuknya modal asing ke pasar obligasi Indonesia menunjukkan bahwa instrumen keuangan dalam negeri masih diperhitungkan di tengah ketatnya persaingan global. Kepercayaan investor terhadap pengelolaan fiskal dan moneter menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas pasar, sekaligus menjadi modal penting bagi pemerintah untuk terus memperkuat fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian perekonomian dunia.

modal asingpasar obligasiSurat Berharga Negaraaliran modalkepercayaan investor

Komentar

Memuat komentar...