Neymar Tertangkap Menampar Rekan 18 Tahun di Latihan Santos
Gambar atau konten salah?
Neymar, penyerang berusia 34 tahun, menampar rekan setimnya, Robinho Jr, yang masih berusia 18 tahun, di sesi latihan timnya pada Minggu, 03 Mei 2026. Insiden terjadi ketika Robinho melewati Neymar, memicu dorongan-dorongan yang berujung pada tendangan keras.
Pemain bintang asal Brasil dilaporkan tersinggung dan mengekspresikan kemarahan. Setelah kejadian, Robinho Jr merasa tersakiti dan menuntut permintaan maaf publik. Santos segera membuka investigasi internal untuk menilai situasi.
Dalam wawancara dengan ESPN Brasil, Neymar mengaku menyesal atas tindakan tersebut. Ia berkata, “Jika mereka menginginkan permintaan maaf kepada pers, ini dia. Saya sudah meminta maaf kepadanya dan keluarganya.”
Ia menambahkan, “Saya bereaksi berlebihan, ya, dalam reaksi saya. Seharusnya bisa berbeda, tetapi saya akhirnya kehilangan kendali emosi. Semua orang membuat kesalahan; itu kesalahan saya, itu kesalahannya, saya membuat kesalahan yang lebih besar.”
Dalam tweet yang diposting pada 06 Mei 2026, Neymar juga mengungkapkan pandangannya: “Me excedi, sim. Já tinha pedido desculpas, pensei que estava resolvido entre nós. Quem joga bola sabe que isso acontece, briga de soco, de tapa, de tudo. O tutebol é assim, faz parte.”
Dia menyatakan, “Namun saya sudah meminta maaf, saya pikir masalahnya sudah terselesaikan di antara kami, setelah istirahat di ruang ganti. Kami bertemu lagi pada hari Senin, saya meminta maaf di depan seluruh tim, saya berbicara dengan semua orang, dia juga meminta maaf.”
Ia menegaskan, “Kami rasa masalahnya sudah terselesaikan. Namun terkadang orang mencoba ikut campur, mencoba tahu lebih dari apa yang terjadi sehari-hari, dan akhirnya menafsirkan hal-hal ini dengan cara yang sangat berbeda dari yang sebenarnya.”
Meski insiden tersebut menimbulkan kontroversi, Neymar tetap bermain untuk Santos setelah kejadian. Pada Rabu, 06 Mei 2026, ia mencetak gol saat timnya mengakhiri pertandingan dengan skor 1-1 melawan Recoleta dalam laga CONMEBOL Sudamericana.
Insiden ini menyoroti pentingnya kontrol emosi di lapangan. Meskipun reaksi Neymar awalnya berlebihan, ia segera meminta maaf dan berusaha memperbaiki hubungan dengan rekan setim. Keputusan klub untuk menyelidiki kejadian tersebut menunjukkan komitmen terhadap disiplin internal, sementara hasil pertandingan menunjukkan bahwa pemain tetap dapat berkontribusi secara positif setelah konflik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
Garuda Muda Hadapi Kamboja, Tuju Pencapaian Peringkat Ketiga
U‑19 Indonesia vs Kamboja, Juara Ketiga Piala AFF 2026
Timnas U-19 Indonesia Hadapi Kamboja 13 Juni, Posisi Ketiga
Timnas U-19 Hadapi Kamboja, Target Peringkat Ketiga AFF U-19
Piala Dunia 2026: Swiss vs Qatar, Brasil vs Maroko
Berita Terbaru
Anne Hathaway Ungkap Katarak Dini Setelah Usia 30-an
Toyota Calya dan Honda Brio Pimpin Penjualan LCGC Turun 23%
Harga Emas Antam Palembang Naik Tipis 2.000 Rupiah
Jawa Barat Tanggung Biaya Sekolah Swasta bagi 70 Ribu Calon Murid
Jennifer Coppen nikah Justin Hubner di Bali, tradisi Jawa
Afif Farhan Rangking Timnas Paling Banyak Gol WC
LPDP Wawancara: Kejujuran Lebih Penting daripada Jawaban
BGN Resmi: Hoaks Pembagian Keuntungan MBG Ditolak
