Nguan Express 88 Tetap Harga Nasi Ayam 1,90 SGD di Singapura
Gambar atau konten salah?
Di tengah kenaikan harga bahan pangan di banyak negara, gerai nasi ayam di Singapura ini tetap menahan harga super murah. Gerai bernama Nguan Express 88 berlokasi di Ang Mo Kio Avenue 8, menjual seporsi nasi ayam dengan harga hanya 1,90 SGD (sekitar Rp 25.500). Pemiliknya, Lim Yi Xing, menegaskan tidak akan menaikkan harga dalam waktu dekat.
Menurut Lim Yi Xing, keputusan ini didasari alasan mulia: agar warga lokal yang membutuhkan masih bisa membeli makanan dengan harga terjangkau. Ia berkata, “Sejujurnya, kami tidak mendapatkan banyak keuntungan dari setiap porsi nasi ayam.”
Strategi bisnis yang diterapkan adalah menjual nasi ayam dalam jumlah besar dengan margin keuntungan kecil. Lim menjelaskan, “Strategi kami adalah menjual nasi ayam sebanyak mungkin dengan margin keuntungan yang rendah, jadi kami tidak berniat menaikkan harga.” Pendekatan ini memungkinkan gerai tetap berjalan meski keuntungan per porsi tidak besar.
Keputusan ini cukup berani mengingat biaya produksi dan harga bahan makanan di Singapura mengalami kenaikan signifikan. Lim menyebutkan bahwa konflik di Timur Tengah turut memengaruhi biaya operasional, yang meningkat hingga 30 %.
Meski begitu, gerai ini masih dapat menekan biaya karena memiliki akses langsung ke pemasok daging ayam. Salah satu pemilik saham di kedai ini bergerak di industri daging beku, sehingga Lim dapat memperoleh bahan baku dengan harga lebih rendah.
Selain faktor bisnis, pertimbangan sosial juga menjadi alasan utama. Lebih dari separuh pelanggan gerai ini adalah warga lanjut usia yang tinggal di sekitar lokasi. Lim menambahkan, “Itulah alasan kami tidak menaikkan harga. Kami berharap mereka (pelanggan lansia) tetap bisa menikmati makanan dengan harga terjangkau.”
Keberhasilan konsep ini mendorong ekspansi usaha. Setelah membuka cabang baru di Bukit Batok, gerai tersebut dilaporkan mampu menjual lebih dari 300 porsi dalam waktu singkat. Rencana pembukaan cabang berikutnya di Jurong West pada Juni 2026 pun sudah disiapkan.
Gerai ini menunjukkan bahwa tetap menjaga harga rendah dapat menjadi strategi bisnis yang berkelanjutan, terutama ketika didukung oleh jaringan pemasok yang kuat dan perhatian terhadap kebutuhan pelanggan. Dengan tetap menjual dalam volume besar, Nguan Express 88 berhasil menyeimbangkan biaya tinggi dan margin kecil, sekaligus memberikan manfaat sosial bagi komunitas lokal.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
