Nyamuk Citarum Mengganggu Desa Rancapanggung, Warga Bertindak
Gambar atau konten salah?
Di Desa Rancapanggung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat, warga empat kampung terus menghadapi serangan nyamuk yang tidak henti-hentinya. Nyamuk-nyamuk Sungai Citarum bermigrasi ke daerah ini karena adanya eceng gondok yang menjadi tempat tinggalnya.
Masalah ini sudah meresahkan warga sejak dua bulan belakangan. Setiap kali keluar, nyamuk hanya butuh beberapa detik untuk hinggap di kulit, lalu menggeram. Jika tidak diatasi, gigitan nyamuk dapat menimbulkan bentol dan luka berwarna hitam akibat sering digaruk.
“Enggak cuma di luar, tapi sampai di dalam rumah juga. Misalnya kita diam di luar, itu paling cuma beberapa detik akan digigit nyamuk, bukan cuma satu tapi banyak. Akhirnya badan bentol-bentol,” kata Ketua RW setempat, Rohmat, saat ditemui pada 13 Mei 2026.
Rohmat menjelaskan bahwa rasa gatal yang ditinggalkan sangat mengganggu. Warga terus menggaruk area gigitan sampai luka muncul, lalu bekas kehitaman terlihat di permukaan kulit. “Makanya di sini banyak yang bentol-bentol, kemudian sampai terluka karena memang gatal banget. Lukanya itu kehitaman,” tambahnya.
Untuk mengurangi serangan, warga mengandalkan obat nyamuk bakar. Setiap hari, mereka minimal membeli satu dus untuk menekan dampak gigitan. “Setiap hari kita harus beli obat nyamuk bakar, kalau yang dioles ke badan gitu enggak mempan. Nyamuknya tetap nempel, cuma kan lama kelamaan pakai obat nyamuk bakar juga bahaya asapnya,” ungkap Rohmat.
Selain itu, Rohmat telah melakukan fogging secara mandiri karena banyaknya keluhan. Ia menekankan pentingnya membersihkan eceng gondok yang menjadi rumah nyamuk. “Biasanya kan air 8 bulan sekali surut, jadi bersih-bersih eceng lebih gampang karena sebagian sudah mati. Nah tahun ini masih tinggi airnya, terus eceng gondoknya padat banget jadi nyamuknya berkembang biak,” jelasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, warga berharap dapat mengurangi serangan nyamuk dan menghindari luka berwarna hitam yang mengganggu keseharian. Meskipun masih banyak tantangan, upaya bersama diharapkan dapat menurunkan jumlah nyamuk di Desa Rancapanggung.
Situasi ini menunjukkan betapa pentingnya pengelolaan lingkungan, seperti pembersihan eceng gondok, serta penggunaan metode pengendalian nyamuk yang aman bagi kesehatan warga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
