Gempa M 2,9 di Cianjur, Tidak Kerusakan di Jawa Barat
Gambar atau konten salah?
Gempa bumi tektonik dengan kekuatan awal M 2,6 mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada 14 Juni 2026 pukul 05.13 WIB. Analisis BMKG kemudian memperbarui magnitudo menjadi M 2,9.
Epicenter terletak di koordinat 6,99 LS dan 107,15 BT, tepat di darat pada jarak 18 km selatan Cianjur, dengan kedalaman 5 km. Ini menandakan gempa dangkal yang disebabkan oleh aktivitas sesar aktif di daerah tersebut.
"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif wilayah setempat," kata Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang Darmanto dalam keterangannya.
Laporan masyarakat menunjukkan gempa dirasakan di beberapa kecamatan, yaitu Cibeber, Sukaluyu, Campaka di Cianjur serta di Kabupaten Sukabumi. Intensitas yang tercatat berada pada skala II – III MMI.
"Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu," ujarnya.
BMKG belum menerima laporan kerusakan bangunan akibat kejadian ini. Hingga pukul 05.35 WIB, hasil monitoring tidak menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan.
"Namun hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan sebagai dampak gempabumi tersebut," ucapnya. Ia juga menegaskan pentingnya menggunakan informasi resmi yang disebarkan melalui kanal komunikasi BMKG yang terverifikasi.
Dengan demikian, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan signifikan dan tidak ada susulan yang terdeteksi. Warga di wilayah terdampak diimbau tetap waspada dan memeriksa sumber berita resmi untuk informasi selanjutnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
