OJK Bantah Isu Akuisisi BCA oleh Haji Isam
Gambar atau konten salah?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akhirnya angkat bicara soal kabar yang menyebut PT Bank Central Asia Tbk (BCA) bakal diakuisisi oleh konglomerat asal Kalimantan, Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam. Isu ini sebenarnya sudah lebih dulu dibantah oleh pihak manajemen BCA.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kabar tersebut sudah jelas tidak benar. Ia juga mengingatkan bahwa proses akuisisi sebuah bank tidak semudah membalikkan telapak tangan. "Oh itu kan sudah jelas ya, itu kan sudah jelas dibantah ya kemarin juga oleh BCA ini sudah dibantah, tidak ada hal itu gitu kan ya. Saya kira juga kalau itu pun yang misalnya kalau ya katakanlah tidak bukan BCA, manapun bank manapun gitu, terjadi tentu ada proses yang tidak semudah itu ya gitu kan," ujar Dian di Bali pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Dian menjelaskan, jual beli saham di pasar modal memang hal yang lumrah dan sering terjadi. Namun, urusan menjadi pemegang saham pengendali itu cerita yang berbeda. Butuh proses panjang dan pengawasan ketat dari berbagai pihak.
"Karena kalau hanya untuk jual-beli saham di pasar modal ya biasa-biasa aja kan, enggak apa-apa kan memang biasa diperdagangkan di pasar modal. Tapi kalau untuk misalnya untuk pergantian, apa namanya untuk ada, untuk menjadi katakanlah pemakaian saham apa pengendali tentu ini akan ada proses yang spesifik. Yang sangat mungkin lebih detail yang memang tentu ini akan dilakukan pembicaraan apapun itu antara kita ini OJK dengan bank, kemudian OJK itu ya termasuk juga pasar modal ya, nanti juga yang mereka sudah itu akan ada pembicaraan," jelasnya.
Sebelumnya, kabar akuisisi ini memang sempat ramai diperbincangkan di media sosial. BCA pun langsung bereaksi cepat dengan mengeluarkan pernyataan resmi. Lewat keterangan tertulisnya pada Jumat, 25 September 2026, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.
"Menanggapi isu yang beredar di media sosial terkait adanya rencana aksi korporasi tertentu terhadap BCA, dapat kami sampaikan bahwa informasi tersebut tidak benar," ucap Hera.
Pihaknya juga meminta publik untuk tidak mudah percaya pada kabar yang belum jelas kebenarannya. Masyarakat diminta untuk selalu mengakses informasi dari sumber resmi perusahaan maupun media yang kredibel. BCA sendiri mengaku senantiasa beroperasi dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai regulasi yang berlaku.
"Kami mengimbau nasabah dan masyarakat untuk mengakses informasi dari sumber-sumber yang resmi, baik dari situs resmi perusahaan maupun outlet media yang kredibel. BCA senantiasa beroperasi berdasarkan prinsip kehati-hatian, berintegritas, dan sesuai regulasi yang berlaku," pungkasnya.
Isu akuisisi ini sendiri muncul di tengah ramainya aksi korporasi di industri perbankan Tanah Air. Meski demikian, kabar yang beredar soal BCA dan Haji Isam ini hanyalah isu belaka. OJK pun memastikan tidak ada proses pengambilalihan yang sedang berjalan. Publik diharapkan lebih bijak dalam menyikapi setiap informasi yang beredar, terutama yang belum tentu kebenarannya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pasar Modal Himpun Dana Rp 169,5 Triliun hingga September 2026
Merger Asuransi BUMN: 16 Perusahaan Menjadi 3 pada 2026
Bank bjb Jalin Kerja Sama Hukum dengan Kejaksaan Tinggi Banten
IHSG Menguat Tipis, Pelemahan Tahunan Capai 30 Persen
Pemerintah Terbitkan SBR015, Investasi Mulai Rp1 Juta
Kredit Perbankan RI Tembus Rp 9.178 Triliun
