Paroki Roh Kudus Surabaya Ibadat Jumat Agung 3 April 2024

Putri N. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 62 dibaca
Bisik.id
Paroki Roh Kudus Surabaya Ibadat Jumat Agung 3 April 2024

Gambar atau konten salah?

Paroki Roh Kudus Surabaya menyelenggarakan ibadat Jumat Agung pada 3 April 2024 sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci. Momen ini dirancang untuk mengingat penderitaan dan kematian Yesus Kristus di kayu salib, sekaligus memperdalam refleksi iman bagi umat.

Tri Hari Suci dimulai pada 2 April 2024 dengan perayaan Kamis Putih. Pada malam itu, umat mengikuti prosesi pembasuhan kaki, meniru tindakan Yesus saat Perjamuan Terakhir. Prosesi ini menjadi simbol kerendahan hati dan pelayanan kasih.

Selanjutnya, Jumat Agung menjadi puncak perenungan. Setelahnya, umat memasuki Sabtu Sunyi, masa hening menunggu kebangkitan. Akhirnya, Minggu Paskah menandai sukacita kebangkitan Kristus.

Ketua panitia Jalan Salib Hidup, Catharina Fiorensa Adinda, menjelaskan bahwa ibadat Jumat Agung diadakan dalam dua sesi: pukul 14.00 WIB dan 18.00 WIB. Setiap sesi dirancang untuk menampung hingga 3.000 jemaat, menanggapi antusiasme tinggi umat yang hanya dapat mengikuti perayaan ini sekali setahun.

Berbeda dari misa biasa, ibadat Jumat Agung berlangsung dalam suasana hening dan khidmat. Rangkaian ibadat disusun khusus, dimulai dari ritus pembuka hingga penutup tanpa Ekaristi.

Ritus pembuka dimulai ketika imam dan petugas liturgi memasuki gereja dalam keheningan. Setelah sampai di altar, imam meniarap atau berlutut, lalu memulai doa tanpa tanda salib.

Selanjutnya, umat mengikuti liturgi sabda. Bacaan pertama dan kedua dibacakan, diikuti Injil yang menceritakan Sengsara Yesus Kristus (Passio) menurut Yohanes. Setelah bacaan, imam menyampaikan homili, lalu umat mengangkat doa meriah berisi sepuluh intensi khusus.

Bagian berikutnya adalah penghormatan salib. Dalam prosesi ini, salib dibawa ke altar. Umat bergantian memberikan penghormatan, baik dengan mencium maupun menundukkan kepala, sebagai simbol iman dan rasa syukur atas pengorbanan Yesus di kayu salib.

Setelah penghormatan, ibadat dilanjutkan dengan ritus komuni. Komuni suci yang dibagikan telah dikonsekrasi pada perayaan Kamis Putih. Pada Jumat Agung tidak ada konsekrasi baru, sehingga ibadat ini tidak termasuk perayaan Ekaristi.

Penutup ibadat berlangsung dalam suasana hening. Tidak ada berkat penutup maupun tanda salib. Imam hanya mengucapkan doa atas umat, lalu meninggalkan altar dalam keheningan.

“Melalui perayaan Jumat Agung dan Jalan Salib Hidup tahun ini, OMK Paroki Roh Kudus Surabaya berharap umat semakin menghayati makna pengorbanan Kristus, memperdalam iman, serta mampu menghidupi nilai kasih, pengampunan, dan kepedulian dalam kehidupan sehari‑hari,” pungkas Catharina.

Perayaan ini menekankan kesederhanaan dan kesunyian, mengajak jemaat untuk merenungkan penderitaan Kristus tanpa unsur Ekaristi. Dengan dua sesi yang dapat menampung ribuan orang, Paroki Roh Kudus Surabaya menunjukkan komitmen untuk menyajikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi komunitasnya. Momen ini menjadi ajakan bagi umat untuk membawa nilai kasih, pengampunan, dan kepedulian ke dalam kehidupan sehari‑hari, sesuai dengan pesan yang disampaikan dalam ibadat Jumat Agung.

Paroki Roh Kudus SurabayaJumat AgungTri Hari SuciJalan Salib Hidupibadatpengorbanan Yesuskesunyian

Komentar

Memuat komentar...