Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Gambar atau konten salah?
Volkswagen, produsen otomotif asal Jerman, mengkritik kampanye mobil listrik yang selalu digembar‑gemborkan dunia. Menurut mereka, transisi ke kendaraan nonemisi harus dimulai dengan 'membunuh' mobil bensin.
Contohnya, pemerintah Britania Raya mengumumkan kebijakan ICE Bans, pelarangan mobil bensin secara total pada 2030. Singapura mengambil langkah serupa pada 2040, dan Jepang pada 2035.
VW bertanya-tanya mengapa penjualan mobil listrik harus didorong dengan menghilangkan mobil bensin terlebih dahulu. Mereka berpendapat bahwa lebih bijak memberi konsumen kebebasan memilih.
“Inilah mengapa saya membenci diskusi tentang larangan mobil ICE (mesin pembakaran internal) di masa depan,” kata Martin Sander, Dewan Direksi Pemasaran dan Purna Jual Volkswagen, dikutip pada 09 Juni 2023. “Semua orang hanya berbicara tentang larangan ICE. Bagaimana Anda meyakinkan pelanggan tentang teknologi baru jika Anda hanya berbicara tentang ‘kapan mobil bensin tak boleh lagi dijual’, kendaraan yang telah ada sejak beberapa dekade terakhir,” tambahnya.
Sander percaya, seiring berjalannya waktu, semakin banyak pelanggan akan yakin membeli kendaraan listrik jika hambatan kepemilikan, seperti peningkatan infrastruktur pengisian daya, dihilangkan.
“Mari kita bicarakan apa yang perlu kita lakukan untuk benar-benar meyakinkan pelanggan: infrastruktur pengisian daya; bicarakan secara positif tentang keunggulan kendaraan listrik, dan mungkin lakukan sesuatu terkait harga energi,” ungkapnya.
Secara sederhana, Sander menekankan, dunia memang mengarahkan industri beralih dari mobil bensin ke mobil listrik. Itulah mengapa, jangan heran, jika populasi kendaraan konvensional tersebut mengalami penyusutan ekstrem di masa depan.
(Penjualan mobil bensin hanya akan tersisa) tiga, empat atau lima persen pada 2035,” kata dia.
Kritik VW menyoroti ketidaksesuaian antara kebijakan larangan dan strategi penjualan kendaraan listrik. Menurut mereka, penurunan penjualan mobil bensin akan menjadi alami, sementara fokus harus pada penyediaan infrastruktur dan edukasi pelanggan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Wuling Huajing S: SUV hybrid premium di Kuala Lumpur
Suzuki Fronx Sport Diperkenalkan di Negeri Jiran Baru
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
Pajak Tahunan Fortuner vs Pajero Sport Jakarta 2026
Lexus Perkenalkan All-New ES Indonesia: Pilihan BEV Pertama
Berita Terbaru
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Manchester United Jual Onana Tanpa Tawaran Gaji Tinggi
Harga Pertamax Naik, Purbaya: Beberapa Konsumen Pindah
Kemacetan Meningkat di Kelurahan Kapal Mengwi Saat Galungan
BMKG Prediksi Puncak Kemarau Agustus 2026 di 48,8% Wilayah
Kemenkes Luncurkan Cek Hati Gratis untuk Deteksi Fatty Liver
Mbappe Tanpa Gol di Persiapan Piala Dunia 2026, Top Skor LaLiga
UIN Sunan Kalijaga Buka Jalur Mandiri 202 Mar–19 Jun
