Pasar Tanah Abang Sepi, Budi Santoso Dorong Penjualan Online
Gambar atau konten salah?
Pasar Tanah Abang di Jakarta Pusat kini terasa lebih sepi dibanding masa lalu. Pedagang di sana mengeluhkan kurangnya keramaian dan transaksi yang menurun. Situasi ini menjadi perhatian Menteri Perdagangan Budi Santoso saat ia mengunjungi pasar beberapa waktu lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung di kantor Budi di Jakarta Pusat pada 27 Februari 2026. Di sana, Budi mendengarkan keluhan pedagang dan menanyakan apa yang menjadi penyebab ketidakramian pasar. Ia mengungkapkan bahwa pasar tidak lagi sepadat dulu.
“Kita ngobrol-ngobrol apa sih masalah sekarang yang terjadi di sana. Memang dia sampaikan ya memang nggak (ramai) kayak dulu lagi,” ujar Budi ketika ditemui di kantornya.
Budi menilai sepinya pasar bisa disebabkan oleh perubahan pola dagang yang tidak langsung terlihat. Banyak pedagang sudah mulai memindahkan sebagian lapak mereka ke platform daring. Hal ini menandai pergeseran dari penjualan offline ke penjualan online.
“Kalau dibilang transaksinya turun, ya coba kita lihat ya. Tapi yang jelas kalau mereka sampaikan, mereka juga waktu itu bilang memang nggak kayak dulu, tetapi sebenarnya dia sudah berusaha selain jual secara fisik atau offline, tapi dia juga jual secara online,” jelas Budi.
Ia juga menekankan pentingnya identifikasi produk yang dijual di lapak-lapak Tanah Abang. Pedagang yang datang ke kantornya biasanya fokus pada produksi dan penjualan produk dalam negeri.
“Tapi kita perlu coba cek ya. Cek di Tanah Abang itu barang-barangnya dari mana saja. Coba cek itu ya. Kan apakah sama-sama seperti dulu,” tambah Budi.
Untuk membantu pedagang, Budi mempersiapkan program business matching. Program ini bertujuan agar pedagang dapat naik kelas, ikut pameran, dan masuk ke ritel besar. Dengan demikian, produk dalam negeri dapat dikenal lebih luas dan tidak lagi bergantung hanya pada kunjungan fisik.
“Kemarin sudah sepakat sih sebenarnya kita terus diskusi. Ya ikut-ikut pameran, selama ini kan dia memang jarang ya, tapi sudah mulai membiasakan, siapa tau nanti dengan begitu semakin banyak dikenal oleh pasar ya oleh market gitu,” jelas Budi.
Secara keseluruhan, langkah-langkah ini diharapkan dapat mengembalikan semangat pasar Tanah Abang dan menyesuaikan diri dengan dinamika perdagangan modern.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Harga Pangan Menurun, Bawang Merah & Minyak Naik 24 Mei
ASDP Berikan Diskon 21,9% Feri Libur Sekolah 20-5 Juli 2026
Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo: Tahap I Sudah Beroperasi
Bioflok dan Siantar Habonaron: Pangan & Energi Bersih
OJK Panggil Anugerah Digital atas Penagihan Tidak Sesuai
KAI DJKA Upgrade KRL Green Line Tanah Abang–Rangkasbitung
Berita Terbaru
Victor Lai Kanada Menang Juara Tunggal Putra Open 2026
Indonesia U-19 Menang 1-0 atas Vietnam di AFF U-19
Indonesia U-19 Tembus Semifinal, Menang 1‑0 atas Vietnam
Polisi Lakukan Patroli Lampu Biru di Bypass Ida Bagus Mantra
Badung Education Fair 2026 Gelar Pameran Pendidikan 9–11 Juni
Gempa 4,5 di Sinabang, Aceh: Tidak Ada Kerusakan
Catatan Wali Kelas: Prestasi Ananda di SD, SMP, SMA Mencapai
Indonesia Open 2026: Indonesia tak juara, final runner‑up
Asus Perkenalkan Rangkaian Produk AI Baru di Computex 2026
