Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo: Tahap I Sudah Beroperasi
Gambar atau konten salah?
Solo-Yogyakarta-NYIA Kulon Progo terus dikembangkan. Proyek Strategis Nasional ini dimaksudkan untuk mempererat hubungan antarwilayah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Menurut akun Instagram resmi @pupr_bpjt, pada 07 Juni 2026 proyek yang dikelola oleh PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) dibagi menjadi tiga tahap. Tahap I meliputi ruas Kartasura‑Purwomartani, Purwomartani‑Maguwoharjo, dan Trihanggo‑Junction Sleman. Tahap II menempuh Junction Sleman‑Purworejo, sedangkan Tahap III menutup jalur Maguwoharjo‑Trihanggo.
Data per 22 Mei 2026 menunjukkan beberapa paket di Tahap I sudah berada di akhir konstruksi dan sebagian sudah beroperasi. "Berdasarkan progres per 22 Mei 2026, sejumlah paket pekerjaan telah memasuki tahap akhir konstruksi, khususnya pada ruas Kartasura‑Klaten dan Klaten‑Prambanan," kata Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Jalan tol ini dirancang untuk memudahkan mobilitas masyarakat, mempercepat distribusi logistik, dan memberi akses yang lebih mudah ke Bandara Internasional Yogyakarta (NYIA). "Proyek ini akan meningkatkan efisiensi waktu tempuh perjalanan, mendukung kelancaran arus mobilitas manusia dan barang, serta memperkuat jaringan logistik regional," tambah BPJT.
Berikut rincian progres konstruksi Tahap I:
- Paket 1.1 (Ruas Kartasura‑Klaten): Operasi
- Paket 1.2A (Ruas Klaten‑Prambanan): Operasi
- Paket 1.2B (Ruas Prambanan‑Purwomartani): 95,28 %
- Paket 2.1A (Ruas Purwomartani‑Maguwo): 39,52 %
- Paket 2.1B (Ruas JC Slemen‑Trihanggo): 80,74 %
Dengan jalur tol ini, diharapkan tercipta konektivitas terintegrasi antara Solo, Yogyakarta, dan Kulon Progo. Koneksi lebih baik berarti waktu tempuh lebih singkat, arus barang lebih lancar, dan peluang ekonomi serta pariwisata di kawasan tersebut dapat berkembang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
