Paus Yohanes Paulus II Ampuni Pelakunya Setelah Tembakan
Gambar atau konten salah?
Bacaan I: 1 Raj 21:1-16
Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. Ahab berkata kepada Nabot: “Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang.”
Nabot menjawab: “Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!” Ahab menjadi kesal dan gusar, menelungkupkan wajahnya, tidak mau makan. Izebel, isterinya, bertanya: “Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?” Ahab menjawab: “Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu.”
Izebel berkata: “Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu.” Ia menulis surat atas nama Ahab, menempelkannya dengan meterai raja, lalu mengirimkannya kepada para tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot.
Surat itu memerintahkan: “Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati.” Para pemuka melaksanakan perintah itu. Nabot diletakkan di depan rakyat, dua orang dursila menuduhnya mengutuk Allah dan raja. Mereka membawa Nabot keluar kota dan melemparinya dengan batu sampai mati. Setelah itu, mereka memberi tahu Izebel bahwa Nabot sudah dilempar mati. Izebel berkata kepada Ahab: “Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati.” Ahab pun mengambil kebun anggur Nabot.
Mazmur Tanggapan: Mzm 5:2-3.5-6.7
Perhatikanlah teriakku minta tolong, ya Rajaku dan Allahku, sebab kepada-Mulah aku berdoa. TUHAN, pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku, pada waktu pagi aku mengatur persembahan bagi-Mu, dan aku menunggu-nunggu. Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau membenci semua orang yang melakukan kejahatan. Engkau membinasakan orang-orang yang berkata bohong, TUHAN jijik melihat penumpah darah dan penipu. Tetapi aku, berkat kasih setia-Mu yang besar, aku akan masuk ke dalam rumah-Mu, sujud menyembah ke arah bait-Mu yang kudus dengan takut akan Engkau.
Bacaan Injil: Mat 5:38-42
Kamu telah mendengar firman: Mata ganti mata dan gigi ganti gigi. Tetapi Aku berkata kepadamu: Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu. Dan kepada orang yang hendak mengadukan engkau karena mengingini bajumu, serahkanlah juga jubahmu. Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil. Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau meminjam dari padamu.
Renungan Hari Ini Senin 15 Juni 2026: Pengampunan
Hari ini tema renungan mengangkat tentang pengampunan, nilai penting dalam ajaran Kristiani yang mengajarkan kasih, kerendahan hati, dan kemurahan hati kepada sesama. Tidak selalu mudah, namun mengampuni membuka jalan bagi pemulihan luka batin, rekonsiliasi, dan kedamaian. Yesus mengajarkan tentang pembalasan bukan dalam arti membalas dendam, melainkan pembalasan yang positif, agar hati tidak dipenuhi sakit hati atau kebencian. Ia menegaskan bahwa kejahatan hendaknya tidak dibalas dengan kejahatan, melainkan dengan cinta kasih. Hukum “mata ganti mata, gigi ganti gigi” dipatahkan oleh Yesus demi memutus rantai dendam yang tak berkesudahan.
Contoh nyata datang pada 13 Mei 1981, ketika Paus Yohanes Paulus II ditembak oleh Mehmet Ali Agca di Lapangan Santo Petrus, Vatikan. Meski luka serius, Paus mengampuni pelakunya, menyebutnya “saudara” dan mengunjungi Agca di penjara. Agca, yang tadinya dijatuhi hukuman penjara seumur hidup, dibebaskan pada tahun 2000 atas permintaan Paus sendiri. Sikap pengampunan ini menunjukkan bahwa kasih mampu membebaskan, bukan hanya korban, tetapi juga pelaku dari belenggu kesalahan.
Dalam kehidupan sehari‑hari, kita sering mengalami luka: difitnah, dicaci, atau disingkirkan. Di keluarga, lingkungan, maupun komunitas, “ilalang” tumbuh di antara “gandum”. Pertanyaannya, bagaimana kita tetap bertahan dan tumbuh di tengah ilalang? Yesus mengajarkan, “Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.” (Mat. 5:39). Artinya, kita diajak untuk tidak membalas kejahatan dengan kebencian, melainkan dengan pengampunan. Memang, mengampuni bukan hal yang mudah; butuh proses dan kerendahan hati. Namun dengan mengalah, meredam amarah, dan mengingat teladan Kristus, luka hati perlahan dipulihkan.
Pengampunan bukan sekadar menghapus kesalahan, melainkan membuka ruang bagi transformasi. Ketika kita mengampuni, kita tidak hanya menyembuhkan diri sendiri, tetapi juga menjadi saksi Kristus yang memutus rantai kebencian. Dengan pengampunan, kita dipulihkan dan dimampukan menjadi pembawa damai bagi dunia.
Doa Penutup
Ya Yesus andalan kami, bentuklah hati kami menjadi hati yang penuh kasih, sehingga kami mampu mengampuni, seturut kehendak Bapa di surga, demi Kristus Tuhan pengantara kami. Amin.
Demikian renungan harian Katolik Senin, 15 Juni 2026 lengkap bacaan dan teks Mazmur Tanggapan. Marilah kita mewartakan kasih Tuhan!
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Doa Akhir Tahun 1447 H: Panduan Membaca & Waktu Efektif
Puasa 1 Muharram 1448 H: Selasa 16 Juni 2026, Amalan Utama
1 Muharram 1448 H: Tahun Baru Islam, Saat Menyambut Kebaikan
Doa Akhir Tahun 1447 H: Cara Membaca Hari Terakhir Dzulhijjah
Konversi Tanggal 15 Juni 2026 ke 29 Dzulhijjah 1447 H<|endoftext|>
Doa Awal Tahun 1 Muharram 1448 H: Perlindungan dan Berkah
Berita Terbaru
Doa Akhir Tahun 1447 H: Panduan Membaca & Waktu Efektif
The Rock Ternyatakan Mengidap Epididymitis, Bukan Kanker
Metro Jaya Tutup 10 Jalan Saat Kunjungan Presiden Jerman
Daftar Program Pemagangan Jepang & Pelatihan Kaigo Dimulai
Tahun Baru Islam 2026: Ucapan Hari Raya dan Harapan Baru
SPMB Badung Diperpanjang, SD/SMP Pendaftar Harus Segera
Tren Tooth Gem: Gigi Dipersenjatai di Media Sosial
Puasa 1 Muharram 1448 H: Selasa 16 Juni 2026, Amalan Utama