Tren Tooth Gem: Gigi Dipersenjatai di Media Sosial
Gambar atau konten salah?
Media sosial kembali menampilkan tren kecantikan yang menarik perhatian publik. Sebelumnya, fokus utama berada pada makeup, rambut, atau kuku. Sekarang, giliran gigi menjadi media ekspresi diri.
Tren ini dikenal dengan nama tooth gem, yaitu pemasangan hiasan kecil seperti kristal, permata, atau aksesori mini pada permukaan gigi.
Popularitas tooth gem melonjak melalui platform Instagram dan TikTok. Banyak unggahan menampilkan senyum berkilau dengan sentuhan aksesori di gigi, sehingga menjadi viral dan menarik minat banyak pengguna, khususnya dari kalangan Gen Z.
Menurut laporan, bagi sebagian orang, tren ini dianggap sebagai bentuk ekspresi diri yang unik. Generasi Z yang terbiasa mempersonalisasi karakter dalam video game kini menerapkan konsep serupa pada penampilan sehari‑hari.
Setelah rambut, kuku, dan alis menjadi sarana bereksperimen, gigi kini ikut dijadikan bagian dari identitas visual yang ingin ditampilkan.
Meski sering disebut sebagai tooth piercing, prosedur pemasangan aksesori ini sebenarnya tidak melibatkan tindikan. Hiasan berupa kristal atau ornamen kecil ditempelkan pada permukaan gigi menggunakan perekat khusus, lalu diperkuat dengan sinar yang umum digunakan dalam perawatan gigi.
Teknik tersebut menghasilkan tampilan seolah-olah gigi dihiasi perhiasan mini yang berkilau. Karena tidak memerlukan pengeboran atau pelubangan gigi, prosedur ini dinilai lebih praktis dibandingkan tindik konvensional.
Konsep mempercantik gigi dengan aksesori sejatinya bukan hal baru. Budaya hip‑hop telah lama mengenalkan penggunaan grills dan hiasan berlian pada gigi sebagai bagian dari gaya hidup dan identitas.
Namun, seperti banyak tren lainnya, Gen Z berhasil membawa estetika tersebut menjadi fenomena yang lebih luas di media sosial.
Maraknya tren tooth gem juga menunjukkan perubahan cara masyarakat memandang kecantikan. Di era digital, tubuh tidak lagi sekadar dipelihara, tetapi juga dipersonalisasi sebagai sarana mengekspresikan identitas.
Setiap bagian tubuh, termasuk gigi, kini dapat dipersonalisasi sesuai ciri khas masing-masing.
Tren ini menegaskan bahwa kecantikan modern lebih menekankan pada kebebasan berekspresi. Gigi, yang dulu hanya fungsi, kini menjadi panggung bagi kreativitas visual yang tak terbatas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Gelombang Panas Belanda Tewaskan 900 Orang, Prancis Terbakar
Kuasa Hukum Sarwendah Bantah Tuduhan Eksploitasi Anak
Pelabuhan Roro Gunungsitoli Disiapkan Jadi Pusat Logistik Nias
Kerajaan Dukung Penuh Timnas Usai Kalah di Semifinal
Gempa M3,4 Guncang Pidie Jaya, BMKG: Tak Berpotensi Tsunami
Sergai Bangun Mal Pelayanan Publik Rp6,2 Miliar Tahun Ini
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
