PeDe Akuntansi Batch 2 Siap Digelar, Belajar Baca Angka di Balik Laporan Keuangan
Gambar atau konten salah?
Jakarta - Saat omzet bisnis terus naik, rasanya pasti menyenangkan. Transaksi makin ramai, pelanggan bertambah, dan uang terus mengalir. Tapi, apakah itu jaminan bisnis benar-benar untung? Belum tentu. Banyak hal lain yang perlu diperhatikan selain angka penjualan, seperti biaya operasional, piutang yang belum dibayar, stok barang, aset, sampai kondisi kas. Tanpa pencatatan dan pemahaman akuntansi yang baik, semua angka itu sulit dipahami secara utuh.
Omzet dan keuntungan sering dianggap sama, padahal beda jauh. Omzet cuma nilai total penjualan. Keuntungan baru terlihat setelah semua biaya dan transaksi terkait usaha dihitung. Contohnya, penjualan memang tinggi, tapi sebagian masih berbentuk piutang. Di sisi lain, bisnis tetap harus bayar persediaan, gaji, operasional, dan lainnya. Jadi, mencatat keuangan bukan sekadar tahu berapa uang masuk. Kamu juga harus paham bagaimana setiap transaksi dicatat dan dampaknya ke laporan keuangan.
Akuntansi itu alat untuk membaca kondisi bisnis secara lebih terstruktur. Mulai dari kas, piutang, persediaan, investasi, sampai aset tetap, semuanya punya cara pencatatan sendiri. Hal ini yang coba diangkat dalam program PeDe Akuntansi - Paham Dulu Akuntansi (Batch 2) dari Piranha Smart Center (PSC) bersama Education Visionary Lab (EVL). Program ini tidak cuma teori, tapi mengajak peserta memahami alur akuntansi bertahap. Di level Intermediate Accounting, materinya mencakup kas, petty cash, rekonsiliasi, piutang dagang, persediaan, investasi saham dan obligasi, aset tetap, akuntansi sewa, sampai analisis laporan keuangan.
Setelah itu, ada lanjutan ke Advanced Accounting yang membahas persekutuan, perubahan kepemilikan, likuidasi perusahaan, akuntansi agen dan cabang, konsinyasi, serta laporan konsolidasian. Semua materi ini dirancang biar peserta makin jago membaca angka di balik laporan keuangan.
PeDe Akuntansi Batch 2 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu dan Minggu, 10 Oktober sampai 1 November 2026, pukul 09.00-12.00 WIB, secara online lewat Zoom. Kalau selama ini kamu cuma mengandalkan omzet untuk menilai bisnis, mungkin sudah waktunya melihat angka secara lebih menyeluruh. Daftarkan dirimu segera melalui detikevent.
Memahami akuntansi bukan cuma soal menghafal rumus atau istilah. Ini tentang kemampuan membaca cerita di balik setiap angka. Dengan begitu, keputusan bisnis bisa diambil berdasarkan data yang kuat, bukan sekadar asumsi. Pelatihan seperti ini jadi langkah awal yang pas buat siapa saja yang mau serius mengelola keuangan usaha.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pasar Modal Himpun Dana Rp 169,5 Triliun hingga September 2026
Merger Asuransi BUMN: 16 Perusahaan Menjadi 3 pada 2026
Bank bjb Jalin Kerja Sama Hukum dengan Kejaksaan Tinggi Banten
IHSG Menguat Tipis, Pelemahan Tahunan Capai 30 Persen
Pemerintah Terbitkan SBR015, Investasi Mulai Rp1 Juta
Kredit Perbankan RI Tembus Rp 9.178 Triliun
