Pelabuhan Patimban Mulai Layani Peti Kemas

Cahyo S. · 2 min baca · 1 menit lalu · 1 dibaca
Bisik.id
Pelabuhan Patimban Mulai Layani Peti Kemas

Gambar atau konten salah?

Pelabuhan Patimban di Subang resmi mengoperasikan terminal peti kemasnya. Kapal kontainer MSC ARIA III Monrovia menjadi yang pertama mengirim barang dari pelabuhan ini menuju Singapura, lalu ke Shanghai, China. Kapal itu membawa sekitar 1.800 TEUs muatan. Isinya beragam, dari produk otomotif sampai barang konsumsi.

Fian Indiyawanto, Direktur Operasional Patimban Global Terminal (PGT), menjelaskan muatan kapal tersebut. "Bermacam-macam ya, ada yang otomotif, ada yang consumer goods, yang intinya semua kargo yang bisa dikontainerkan," katanya di Pelabuhan Patimban, Subang, Kamis 9 Juli 2026. Layanan kapal kontainer ini rencananya akan berjalan seminggu sekali. Fian berharap ini bisa jadi pilihan baru bagi pengusaha yang ingin ekspor atau impor.

PT Pelabuhan Patimban Internasional (PPI) menggandeng dua mitra untuk mengelola pelabuhan ini. Patimban International Car Terminal (PICT) khusus menangani pengiriman kendaraan. Sementara PGT mengelola terminal peti kemas.

CEO PT PPI, Fuad Rizal, mengatakan terminal peti kemas ini bagian dari rencana besar. Pelabuhan Patimban ingin menjadi pelengkap Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta. Alasannya, Tanjung Priok sudah terlalu padat. "Jadi ini sebenarnya bisa saya bilang bahwa rencananya pemerintah melalui Kementerian Perhubungan itu untuk memanfaatkan Patimban sebagai pelabuhan yang saling mendukung, yang akan complete each other," jelas Fuad.

Pelabuhan Patimban sebenarnya sudah beroperasi sejak 2022, khusus untuk terminal kendaraan. Fuad menyebut sekitar 200 ribu unit kendaraan per tahun sudah dilayani. Kapasitas terminal kendaraan saat ini 218 ribu unit per tahun. Rencananya, kapasitas itu akan ditingkatkan menjadi sekitar 600 ribu unit per tahun.

Kepala Kantor KSOP Kelas II Patimban, Mohd Arief Agustian, menyoroti satu faktor penting: jalan tol akses. Jalan tol ini ditargetkan selesai dan beroperasi pada kuartal III 2027. "Karena kalau melalui jalur Pantura untuk menuju ke wilayah-wilayah industri, itu mungkin bisa waktu sekitar satu setengah jam sampai dua jam. Namun apabila ada tol untuk ke wilayah industri ini mungkin kebetulan hanya sekitar 30 sampai 40 menit saja," jelas dia.

Sambil menunggu jalan tol selesai, distribusi logistik ke Pelabuhan Patimban masih mengandalkan jalur Pantura. Jalur itu dinilai masih cukup untuk menampung lalu lintas kendaraan menuju pelabuhan.

Pelabuhan Patimban mulai berfungsi sebagai pelabuhan peti kemas setelah sebelumnya hanya melayani kendaraan. Dengan kapasitas yang terus ditambah dan rencana jalan tol, pelabuhan ini diharapkan bisa mengurangi beban Tanjung Priok.

Pelabuhan Patimbanterminal peti kemasekspor imporkapal kontainerjalan tol aksesTanjung Priokkapasitas pelabuhan

Komentar

Memuat komentar...