Pelindo dan Pelabuhan Los Angeles Perkuat Kemitraan

Ayu W. · 4 min baca · 1 hari lalu · 35 dibaca
Bisik.id
Pelindo dan Pelabuhan Los Angeles Perkuat Kemitraan

Gambar atau konten salah?

PT Pelabuhan Indonesia (Persero), yang lebih dikenal sebagai Pelindo, baru saja mengambil langkah untuk mempererat hubungan bisnis dengan Port of Los Angeles (PoLA). Langkah ini merupakan bagian dari strategi Pelindo untuk memperluas jaringan kemitraan mereka di kancah internasional. Kerja sama ini diharapkan bisa membuka pintu bagi pengembangan bisnis di bidang kepelabuhanan dan logistik, meningkatkan jalur perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat, serta mendorong pertukaran teknologi dan pengetahuan untuk membuat pelabuhan lebih efisien dan kompetitif.

Penandatanganan nota kesepahaman, atau Memorandum of Understanding (MoU), menjadi tanda dimulainya langkah strategis ini. MoU tersebut ditandatangani langsung oleh Direktur Utama Pelindo, Achmad Muchtasyar, dan Executive Director Port of Los Angeles, Eugene D. Seroka. Sebenarnya, kemitraan antara Pelindo dan Port of Los Angeles sudah berjalan sejak tahun 2019. Salah satu wujud kerja sama sebelumnya adalah promosi bersama untuk layanan pelayaran CMA CGM Columbus-JAX, yang menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok dengan Los Angeles.

Kolaborasi yang sudah ada ini menjadi fondasi bagi kedua belah pihak untuk terus menjajaki peluang pengembangan layanan dan konektivitas perdagangan. Hubungan ini kemudian diperkuat lagi dengan penandatanganan Letter of Intent (LOI) pada Agustus 2026, yang menjadi dasar untuk menjajaki kemitraan yang lebih luas lagi. Dengan MoU yang baru ini, Pelindo dan Port of Los Angeles berencana untuk menjajaki berbagai peluang kerja sama strategis. Fokus utamanya adalah pada pengembangan bisnis kepelabuhanan dan logistik, peningkatan konektivitas dan layanan pelayaran, fasilitasi perdagangan, serta pengembangan infrastruktur pelabuhan dan ekosistem yang mendukungnya.

Kerja sama ini tidak hanya berhenti di situ. Kedua pihak juga akan saling bertukar pengetahuan dan pengalaman dalam tata kelola pelabuhan, optimalisasi rantai pasok melalui digitalisasi, pengembangan pelabuhan hijau (green port), serta riset dan inovasi. Achmad Muchtasyar, Direktur Utama Pelindo, menyatakan bahwa penguatan kemitraan ini diharapkan bisa membuka peluang bisnis baru dan meningkatkan konektivitas perdagangan maritim antara Indonesia dan Amerika Serikat. "Pelindo melihat adanya peluang besar untuk mengembangkan kerja sama bisnis dengan Port of Los Angeles, khususnya dalam memperkuat konektivitas pelayaran dan mendukung kelancaran arus perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat," ujar Achmad dalam keterangan tertulis pada Jumat, 06 November 2026.

Ia menambahkan, "Kedua pihak telah memiliki rekam jejak kemitraan yang baik, dan melalui MoU ini kami berharap dapat menjajaki berbagai inisiatif bisnis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak." Selain membuka peluang bisnis, kerja sama ini juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing layanan kepelabuhanan. Caranya adalah melalui pertukaran pengalaman serta pemanfaatan inovasi dan teknologi. Salah satu bidang yang berpotensi untuk dikembangkan adalah transformasi digital. Ini termasuk penjajakan pertukaran pengetahuan terkait Port Optimizer yang digunakan oleh Port of Los Angeles dan ADHARA, sebuah platform yang baru saja diluncurkan oleh Pelindo untuk menghubungkan ekosistem maritim dan logistik.

Penjajakan ini diharapkan bisa membuka ruang bagi kedua belah pihak untuk belajar bersama dalam menghadirkan layanan pelabuhan yang lebih terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan. Kedua pihak juga berpeluang untuk memperluas kolaborasi dalam pengembangan infrastruktur, peningkatan keunggulan operasional, serta penerapan praktik kepelabuhanan yang ramah lingkungan. Ke depannya, Pelindo dan Port of Los Angeles akan menyusun program kerja prioritas dan tindak lanjut teknis. Fokusnya adalah pada identifikasi peluang bisnis yang bisa dikembangkan sesuai dengan kebutuhan dan ketentuan masing-masing pihak.

"Kami berharap MoU ini tidak hanya mempererat hubungan kelembagaan, tetapi juga menjadi landasan bagi terwujudnya kolaborasi bisnis yang konkret, memberikan nilai tambah bagi kedua pelabuhan, serta berkontribusi terhadap peningkatan konektivitas perdagangan dan kelancaran rantai pasok global," tutur Achmad. Sebagai operator pelabuhan di Indonesia, Pelindo terus berupaya meningkatkan konektivitas maritim dan mengembangkan ekosistem logistik yang terintegrasi. Semua ini dilakukan untuk mendukung pertumbuhan perdagangan, baik di tingkat nasional maupun internasional. Kemitraan dengan Port of Los Angeles diharapkan menjadi salah satu langkah untuk memperluas akses dan peluang pengembangan jejaring perdagangan global.

Sementara itu, Executive Director Port of Los Angeles, Eugene D. Seroka, yang pernah tinggal dan bekerja di Indonesia selama beberapa tahun, menyambut baik penguatan hubungan ini. Menurutnya, ini adalah upaya untuk mendorong konektivitas maritim dan membuka peluang pengembangan bisnis kepelabuhanan. "Kemitraan kami dengan Pelindo mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat konektivitas perdagangan maritim serta menjajaki peluang kerja sama bisnis baru antara Indonesia dan Amerika Serikat," ujar Seroka. "Berlandaskan hubungan baik yang telah terjalin sejak lama, kami berharap dapat memperluas kolaborasi dalam pengembangan pelabuhan, peningkatan keunggulan operasional, serta pertukaran pengetahuan dan pengalaman," pungkasnya.

Kerja sama ini pada dasarnya adalah upaya untuk memperkuat hubungan yang sudah ada. Kedua pelabuhan besar, Pelindo di Indonesia dan Port of Los Angeles di Amerika Serikat, sama-sama melihat potensi besar untuk saling menguntungkan. Bukan hanya dalam hal bisnis, tetapi juga dalam hal berbagi teknologi dan praktik terbaik. Dengan adanya MoU ini, diharapkan akan lahir inisiatif-inisiatif baru yang bisa membuat rantai pasok global menjadi lebih lancar dan efisien.

PelindoPort of Los Angeleskemitraankepelabuhananlogistikperdagangan

Komentar

Memuat komentar...