Pemerintah Bagikan HP Gratis dengan Rekening Digital ke Warga

Ayu W. · 2 min baca · 1 jam lalu · 26 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Bagikan HP Gratis dengan Rekening Digital ke Warga

Gambar atau konten salah?

Jakarta — Pemerintah berencana membagikan telepon genggam gratis kepada warga. Handphone tersebut akan diberikan bersamaan dengan pembukaan rekening digital. Tujuannya, memperluas akses layanan keuangan secara digital.

Hal ini disampaikan langsung oleh Hashim Djojohadikusumo, Board of Advisors Prasasti sekaligus adik kandung Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan, setiap warga akan menerima HP yang sudah dilengkapi rekening digital. Melalui sistem ini, dana bantuan dari pemerintah bisa langsung masuk ke rekening masing-masing penerima.

"Setiap warga negara akan diberikan telepon genggam dengan rekening digital. Seluruh dana akan berada di sana dan dikirimkan ke rekening masing-masing," kata Hashim dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, Selasa (13 Oktober 2026).

Hashim menuturkan, digitalisasi ini bertujuan menjangkau aktivitas ekonomi informal yang selama ini belum tercatat dengan baik. Ke depannya, bantuan pemerintah tidak lagi disalurkan dalam bentuk tunai.

"Semua bantuan dari pemerintah tak lagi berbentuk tunai, tapi dikirim oleh pak Juda (Wamenkeu Juda Agung) dan Kementerian Keuangan langsung ke masyarakat melalui ponsel mereka," terangnya.

Ia menambahkan, sekitar 30% penduduk Indonesia saat ini belum punya rekening bank. Karena itu, pemerintah berencana menggandeng perbankan untuk membuka rekening secara gratis bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan keuangan.

"Menurut Bank Dunia, dan saya rasa pemerintah juga sepakat, sebanyak 30% penduduk kita tidak memiliki rekening bank. Mereka berada di luar sektor perbankan," ujar Hashim.

Kebijakan ini, menurutnya, sudah dibahas dalam rapat kabinet yang sempat ia ikuti langsung. Dua bank yang disebut mendapat tugas membuka rekening adalah Bank Syariah dan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

"Saya menghadiri rapat kabinet yang memutuskan bahwa dua bank, Bank Syariah dan Bank Rakyat, diberi tugas untuk menyediakan rekening bank bagi 30% penduduk Indonesia yang belum memiliki rekening," tuturnya.

Hashim juga menyebut biaya pembukaan rekening sebesar Rp 50.000 akan digratiskan. Rekening ini diberikan untuk masyarakat berusia 17 tahun ke atas dengan status WNI dan memiliki e-KTP.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mendorong inklusi keuangan nasional. Dengan menggabungkan pemberian HP dan rekening digital, pemerintah berharap penyaluran bantuan menjadi lebih tepat sasaran dan tercatat. Data dari Bank Dunia yang menyebut 30% penduduk belum punya rekening menjadi dasar utama kebijakan ini. Jika berjalan lancar, hampir separuh dari populasi dewasa yang selama ini berada di luar sistem perbankan akan mulai terhubung dengan layanan keuangan formal.

HP gratisrekening digitalbantuan pemerintahinklusi keuanganBank SyariahBRIdigitalisasi

Komentar

Memuat komentar...