Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan

Bayu K. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah: Belum Ada Rencana Revisi Anggaran Pertahanan

Gambar atau konten salah?

Wacana soal revisi anggaran pertahanan kembali mencuat ke permukaan. Namun, pemerintah saat ini menegaskan belum ada rencana untuk mengubah postur anggaran di sektor tersebut.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pada prinsipnya, setiap pos anggaran bisa saja direvisi dan dialihkan jika memang diperlukan. Tapi untuk saat ini, menurutnya, kondisi fiskal Indonesia masih dalam keadaan yang sangat baik. Fundamental ekonomi pun dinilai masih cukup kuat. Karena itu, belum ada rencana untuk mengubah anggaran pertahanan.

"Kemungkinan itu kan artinya. Kalau memang dalam situasi yang apa namanya dibutuhkan ya mungkin itu akan dilakukan. Tetapi hasil evaluasi kami sampai hari ini alhamdulillah ya fundamental ekonomi kita cukup kuat, fiskal kita juga masih sangat terjaga ya. Berkaitan dengan masalah defisit anggaran dalam satu tahun APBN berjalan juga masih sangat terjaga ya," jelas Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Selasa, 21 Juli 2026.

Di sisi lain, Prasetyo menambahkan bahwa pemerintah saat ini masih terus bekerja keras melakukan efisiensi anggaran. Semua anggaran yang dianggap tidak produktif akan dipangkas.

"Kami terus bekerja keras di satu sisi melakukan tetap melakukan sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden terus menerus anggaran-anggaran yang memang dirasa kurang produktif kurang berdampak untuk itu juga terus menerus kita upayakan untuk diefisiensikan," tegas Prasetyo.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyatakan bahwa penyesuaian anggaran pertahanan tampaknya masih jauh dari realisasi. Belum ada rencana sedikit pun untuk mengubah anggaran pertahanan. Sebab, hingga saat ini defisit anggaran masih terjaga dengan baik.

"Belum. Tapi kita begini, hitungan anggaran pos-nya besar. Kalau emang mungkin defisit kita terganggu ya kita pangkas, tapi rasanya nggak, masih jauh dari sana. Jadi kita masih cukup," ungkap Purbaya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pada Senin, 20 Juli 2026.

Usulan untuk mengubah anggaran pertahanan sendiri sempat disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Dalam pidatonya, ia mengatakan akan melakukan penghematan di hampir semua sektor. Bahkan, jika diperlukan, anggaran pertahanan bisa dikurangi. Prabowo menyebut langkah ini dilakukan untuk menghilangkan kemiskinan di Indonesia.

"Saudara-saudara sekalian, kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu, anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," ujar Prabowo dalam pidatonya pada acara Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juni 2026.

Pernyataan Prabowo itu muncul di tengah upaya pemerintah yang terus mendorong efisiensi di berbagai sektor. Namun, pernyataan dari Prasetyo dan Purbaya menunjukkan bahwa untuk saat ini, prioritas pemerintah masih pada menjaga stabilitas fiskal dan fundamental ekonomi. Anggaran pertahanan belum menjadi pos yang akan disentuh dalam waktu dekat, meskipun wacana penghematan di sektor lain terus berjalan.

anggaran pertahananrevisi anggaranefisiensifundamental ekonomidefisit anggaranstabilitas fiskalpenghematan

Komentar

Memuat komentar...