Pemerintah Pertimbangkan Tutup SPPG, Biaya MBG 1 Triliun

Dewi M. · 1 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Pemerintah Pertimbangkan Tutup SPPG, Biaya MBG 1 Triliun

Gambar atau konten salah?

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditangani Badan Gizi Nasional (BGN) menimbulkan beban keuangan negara sebesar Rp 1 triliun per bulan.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa pemerintah sedang meninjau kemungkinan penutupan SPPG yang dianggap berlebih.

“Ya pasti salah satunya arahnya ke sana (tutup SPPG yang berlebih), tapi kan kita belum bisa hari ini mengatakan ditutup atau tidak. Namanya sedang ditata kan dilihat, diinventarisir kondisinya seperti apa,”

Meski demikian, opsi penutupan SPPG yang berlebih dipertimbangkan untuk ditekan. Tujuannya agar program MBG tidak terhenti selama proses penataan ulang.

“Kita target awal satu bulan ini harus sudah selesai. Tapi tentunya kan semua ada dinamikanya ya. Makanya yang pertama tentu tadi kita tekankan adalah yang sudah berjalan tetap berjalan, tidak boleh ada gangguan, dan di situ pun juga catatan-catatan perbaikan itu terus tetap harus dilakukan. Yang sudah baik pun juga harus ada pengawasan supaya kualitasnya bisa terjaga. Kita tidak ingin ada penurunan,”

Ia menyebut bahwa masalah pembengkakan jumlah SPPG akan diselesaikan melalui proses penataan ulang. Banyaknya dapur MBG yang beroperasi membuat pelaksanaan program menjadi tidak efisien, terutama dalam pemberian insentif Rp 6 juta untuk setiap SPPG.

Pemerintah membuka opsi penutupan SPPG yang berlebih, namun masih perlu dibahas lebih lanjut. Karena belum ada kepastian, keputusan akhir akan diputuskan setelah evaluasi menyeluruh.

Dengan menahan penutupan SPPG, pemerintah berharap program MBG tetap berjalan tanpa gangguan, sekaligus menekan biaya yang menekan anggaran negara.

Program Makan Bergizi GratisBadan Gizi NasionalSPPGBiaya 1 triliunPengawasan kualitas

Komentar

Memuat komentar...