Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi 2027, Magang 150 Ribu Orang
Gambar atau konten salah?
Pemerintah tengah menyusun sejumlah program stimulus ekonomi yang rencananya mulai bergulir tahun depan. Salah satu yang disiapkan adalah Program Magang Nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan program ini akan menampung 150 ribu orang.
Selain itu, program vokasi nasional juga akan dilanjutkan. Targetnya, program ini bisa diikuti oleh 300 ribu peserta. Airlangga menegaskan bahwa program-program tersebut merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.
"Kemudian direktif Bapak Presiden untuk program tahun depan yang diharapkan ini bisa dimulai di bulan Januari, yaitu magang nasional dilanjutkan 150.000 peserta. Kemudian juga vokasi nasional, ini juga dilanjutkan untuk 300.000 peserta," kata Airlangga saat menyampaikan laporan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, pekan lalu.
Bukan cuma dua program itu. Masih ada beberapa kebijakan lain yang disiapkan untuk diluncurkan tahun depan. Mulai dari Pajak Penghasilan Ditanggung Pemerintah, evaluasi batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP), hingga relaksasi iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan.
Berikut rincian lengkap program-program tersebut berdasarkan paparan Airlangga:
- Program Magang Nasional
Program ini terbuka untuk 150 ribu peserta. Setiap peserta dijamin mendapat uang saku setara upah minimum. Program ditargetkan mulai berjalan pada April 2027. - Vokasi Nasional
Program ini memberikan pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja untuk 300 ribu peserta. Pelaksanaannya direncanakan dari Januari hingga Desember 2027. - PPh 21 Ditanggung Pemerintah
Pajak penghasilan ditanggung pemerintah untuk gaji maksimal Rp 10 juta per bulan. Program ini berlaku dari Januari hingga Desember 2027. Direncanakan, program ini bisa dinikmati pekerja di semua sektor. - Peningkatan Batas PTKP
Batas pendapatan tidak kena pajak (PTKP) yang saat ini Rp 54 juta per tahun akan dievaluasi. Kenaikannya akan mempertimbangkan inflasi dan upah minimum. - PPN DTP Perumahan
Pajak Pertambahan Nilai untuk pembelian rumah dengan harga jual Rp 2-5 miliar ditanggung pemerintah 100%. Program ini berjalan dari Januari hingga Desember 2027. - Relaksasi Iuran JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan
Diskon 50% iuran jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian untuk peserta BPJS Ketenagakerjaan bukan penerima upah. Untuk sektor transportasi, program bergulir dari April hingga Desember 2027. Sektor lain mendapatkan relaksasi selama setahun penuh. - Tambahan Manfaat JKP
Program tambahan manfaat jaminan kehilangan pekerjaan (JKP). Rinciannya: untuk gaji di bawah Rp 2,3 juta mendapatkan 100% upah. Untuk gaji Rp 2,3-3,8 juta mendapatkan Rp 2,3 juta. Untuk gaji Rp 3,8-5 juta mendapatkan tambahan 60% upah. - KPR Bersubsidi
Program pemberian fasilitas bunga tetap 6% untuk pembelian rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah. - Penguatan Industri Perhiasan
Program perubahan aturan standar baru PPN untuk logam mulia. Awalnya, PPN logam mulia hanya dibebaskan untuk kandungan 99,99%. Kini standarnya diturunkan menjadi 99%.
Program-program ini menunjukkan upaya pemerintah untuk mendorong perekonomian melalui berbagai sektor. Mulai dari penciptaan lapangan kerja melalui magang dan vokasi, hingga relaksasi pajak dan iuran untuk meringankan beban masyarakat. Semua program ini dijadwalkan mulai bergulir pada tahun 2027, dengan beberapa di antaranya dimulai pada Januari atau April.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Kapal Solar Rusia Berlayar ke AS
Singapura: Pemangkasan Gas RI Tak Capai 2%
Pertamina Perkuat Pasokan BBM Nasional
Pertamina Siapkan Tiga Langkah Jaga Pasokan BBM
PM Singapura: Pemangkasan Gas RI Tak Capai 2%
Singapura Tenangkan Warga, Pasokan Gas Aman
ESDM Buka Lowongan 108 Posisi Verifikator dan Analis
Anjloknya Bobot Indonesia di Indeks MSCI
