Pemuda Banyuwangi Jadi Pemain Pro di Polandia, Eropa

Fandi R. · 2 min baca · 55 menit lalu · 29 dibaca
Bisik.id
Pemuda Banyuwangi Jadi Pemain Pro di Polandia, Eropa

Gambar atau konten salah?

Slamet Santoso, seorang pemuda 28 tahun asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo, Banyuwangi, memulai perjalanan karirnya sebagai tenaga kerja Indonesia di Polandia. Namun, tak disangka, ia akhirnya bertransformasi menjadi pemain sepak bola profesional.

Setelah tiba di Pomerania Barat, Slamet bergabung dengan klub Sokol Pyrzyce, yang bermarkas di Kota Pyrzyce. Kesempatan ini tidak datang melalui agen atau jalur profesional, melainkan lewat kebiasaan sederhana: menonton pertandingan di stadion dekat rumahnya.

“Awalnya saya menonton bola di daerah tempat saya tinggal sehabis liat pertandingan saya ikut bermain bola bersama anak-anak yang ada di stadion, setalah itu ada official tim kota ini meminta kontak saya untuk ikut latihan bersama timnya untuk melakukan trial kalau pelatih cocok kamu akan masuk tim kita kata dia begitu,” terang Slamet pada Kamis (4 Juni 2026).

Tanpa ragu, ia menerima tawaran tersebut. Selama hampir dua bulan, Slamet berlatih keras di Sokol Pyrzyce, menunjukkan kemampuan terbaiknya di setiap sesi latihan.

“Selama hampir dua bulan saya ikut latihan baru saya bisa resmi ikut tim di sini dan melalui administrasi yang panjang karena saya orang asing di sini,” jelas Slamet.

Setelah lolos, proses administratif menjadi tantangan tersendiri. Sebagai warga negara asing, ia harus melewati beberapa tahap verifikasi sebelum dapat resmi terdaftar sebagai pemain klub. Pekan lalu, semua prosedur tersebut selesai, dan Slamet kini menjadi anggota resmi Sokol Pyrzyce.

“Saya masih baru di sahkan dari PSSI-nya di sini Minggu lalu, jadi saya belum debut resmi di kompetisi mungkin pekan depan Insyaallah,” tambahnya.

Sejak kecil, Slamet sudah memendam cinta terhadap sepak bola. Ia pernah bermimpi menjadi pemain profesional sejak masa kanak-kanak.

“Dari kecil saya sangat cinta bola dan sudah bermain sepak bola karena dulu cita-cita saya jadi pemain bola,” terang Slamet.

Idola terbesar Slamet adalah Cristiano Ronaldo, yang ia anggap contoh disiplin dan dedikasi. “Pemain bola kelas dunia favorit saya adalah Cristiano Ronaldo. Saya suka dengan kedisiplinannya,” tegas Slamet.

Disiplin yang ia pelajari dari Ronaldo juga tercermin di klubnya. Saat berlatih bersama Sokol Pyrzyce, ia diharuskan menghargai waktu dan menjalankan tugas dengan disiplin tinggi.

“Ya sama aja di Indonesia cuman di sini lebih disiplin waktu,” terangnya membandingkan dengan kondisi di Indonesia.

Di Indonesia, Slamet pernah bermain di beberapa klub Liga 3, seperti Banyuwangi Putra dan Baruna Nusantara. Pengalaman tersebut menjadi modal penting ketika ia melamar di Polandia.

“Saya mencintai sepak bola, saya sebelumnya di Indonesia juga pemain liga 3 terakir ikut baruna Nusantara di Banyuwangi, sebelum itu sempat di Banyuwangi Putra,” pungkas Slamet melalui pesan singkat.

Selama perjalanan ini, Slamet mendapat dukungan penuh dari keluarga, termasuk orang tua dan istri. Mereka tidak pernah menghalangi hasratnya untuk bermain sepak bola.

Dengan latar belakang yang kuat, Slamet kini menantikan debut pertamanya di kompetisi profesional. Perjalanan ini menunjukkan bahwa peluang bisa muncul dari tempat yang tak terduga, dan tekad serta kerja keras tetap menjadi kunci utama dalam meraih impian.

Slamet SantosoSokol PyrzycePemain sepak bolaIndonesiaPolandiaLiga 3Cristiano Ronaldo

Komentar

Memuat komentar...