Guru SD di Sidoarjo Naik Perahu Demi Mengajar saat Banjir Rob
Gambar atau konten salah?
Banjir rob yang terus melanda kawasan pesisir Sidoarjo bukan cuma merendam rumah-rumah warga. Air pasang juga masuk ke dalam SD Negeri Sawohan 2 di Dusun Kepetingan, Desa Sawohan, Kecamatan Buduran. Tapi para guru di sana tidak menyerah. Mereka tetap mengajar.
Setiap kali air laut naik, para guru harus berjuang keras. Mereka naik perahu untuk sampai ke sekolah. Perjalanan memakan waktu hampir satu jam. Ahmad Fadholi, guru kelas V di SDN Sawohan 2, bilang banjir rob sudah jadi keseharian mereka. Tapi itu tidak menghentikan mereka.
"Kalau banjir rob, kami tetap mengajar demi mencerdaskan para siswa untuk meraih cita-citanya. Perjalanan menuju sekolah sekitar 55 menit, sedangkan saat pulang setelah selesai mengajar juga harus naik perahu dengan waktu hampir satu jam," kata Ahmad Fadholi pada Kamis, 16 Juli 2026.
Menurut dia, kondisi ini adalah tantangan yang harus dihadapi. Sekolah memang punya sarana dan prasarana yang sangat terbatas. Tapi semua tenaga pendidik tetap berusaha hadir. Mereka ingin memberikan pelayanan pendidikan kepada para siswa.
Tugas mereka tidak berhenti di mengajar. Sebelum memulai pelajaran, para guru harus membersihkan ruang kelas yang terendam banjir. Lumpur masuk ke dalam kelas. Fasilitas belajar sering rusak. Itu pemandangan yang biasa mereka lihat.
"Kadang sebelum mengajar kami harus membersihkan ruang kelas terlebih dahulu supaya anak-anak bisa belajar dengan lebih nyaman," ujar Fadholi.
Fadholi merasa prihatin sekaligus bangga. Para siswa tetap datang ke sekolah meski harus melewati banjir. Tidak jarang mereka tiba dengan seragam basah karena genangan air.
"Kami sedih sekaligus bangga melihat semangat anak-anak. Mereka tetap datang ke sekolah walaupun kondisi banjir, bahkan ada yang seragamnya basah," ungkapnya.
Banjir rob tidak hanya mengganggu belajar. Air pasang yang bisa bertahan sampai sekitar satu minggu juga membawa risiko kesehatan. Penyakit kulit, masuk angin, hingga ancaman ular dan serangga yang terbawa arus air menjadi bahaya nyata.
Meski medannya berat, ruang kelas terendam, dan risiko mengintai, para guru SDN Sawohan 2 tetap menjalankan tugas. Bagi mereka, banjir rob bukan alasan untuk berhenti. Mereka terus berusaha mencerdaskan anak-anak di pesisir Sidoarjo.
Semangat para guru dan siswa ini menunjukkan bahwa pendidikan tetap berjalan meski dalam kondisi sulit. Banjir rob memang jadi penghalang, tapi tidak memadamkan tekad mereka untuk belajar dan mengajar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Ratusan Monyet Ekor Panjang Turun ke Pasar, Cari Makan
Messi Geser Mbappe di Puncak Top Skor Piala Dunia
Penyebab Karhutla: dari Hal Sepele hingga Bencana
KAI Bantah Penguntit Penumpang Wanita di Supas adalah Pegawai
Banjir Rob Kalianak Semakin Parah, Warga Minta Dam Dibangun
Harga Daging Sapi di Lamongan Naik, Pedagang Bakso Terimpit
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
