Pendaftaran IPDN 2026: Syarat, Nilai Ijazah, Tinggi Badan
Gambar atau konten salah?
Pendaftaran ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) memang bukan perkara mudah. Bayangkan saja, jumlah pesaingnya sangat banyak. Tapi jangan langsung menyerah. Masih ada celah untuk bisa lolos seleksi dan menjadi praja.
Salah satu langkah awal yang paling penting adalah tahu persyaratan terbaru untuk Seleksi Penerimaan Calon Praja (SPCP) IPDN tahun 2026. Semua aturan mainnya sudah tertuang dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 800.1.2.2-920 Tahun 2026. Jadi, apa saja sih syaratnya? Berikut poin-poin pentingnya.
Berdasarkan keputusan menteri tersebut, setiap pendaftar harus memenuhi tiga kategori syarat: syarat umum, syarat administrasi, dan syarat lain-lain. Ini rinciannya.
Syarat Umum
- Warga Negara Indonesia.
- Usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun pada 1 Januari 2026.
- Tinggi badan minimal 160 cm untuk pria, 155 cm untuk wanita.
Syarat Administrasi
- Ijazah SMA atau MA. Bukan SMK atau Paket C. Nilai rata-rata ijazah minimal 73,00.
- Khusus pendaftar dari Provinsi Papua, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya, nilai rata-rata minimal ijazahnya 65,00.
- Ijazah dari sekolah luar negeri harus disertai surat pernyataan atau persamaan dari kementerian terkait.
- Surat keterangan lulus yang mencantumkan hasil penilaian akhir kelas XII SMA/MA. Surat ini harus ditandatangani kepala sekolah atau pejabat berwenang, dan dicap atau distempel basah. Khusus untuk lulusan 2026 yang belum punya ijazah.
- Nilai mata pelajaran Bahasa Inggris minimal 75,00. Pengecualian untuk pendaftar dari provinsi-provinsi Papua.
- Peserta harus berdomisili minimal 1 tahun di kabupaten/kota pada provinsi tempat mendaftar. Buktinya dengan KK dan KTP atau KTA. Hitungannya mulai sejak tercatat di domisili baru.
- Jika belum 1 tahun, boleh mendaftar dengan syarat: (a) bersekolah SMA/MA di kabupaten/kota pada provinsi tempat kelulusan, (b) orang tua kandung berasal dari kabupaten/kota provinsi pendaftaran, (c) orang tua kandung melaksanakan tugas negara di kabupaten/kota provinsi pendaftaran.
- Surat keterangan Orang Asli Papua (OAP) yang ditandatangani oleh ketua atau anggota Majelis Rakyat Papua. Surat harus dicap atau distempel basah. Khusus untuk pendaftar Papua.
- Pakta Integritas tahun 2026.
- Email aktif.
- Pasfoto warna dengan latar belakang merah. Ukuran 4x6 cm, pose menghadap depan, tanpa kacamata. Pakai kemeja lengan panjang putih polos.
Syarat Lain-lain
- Tidak sedang terlibat kasus pidana atau pernah dipidana karena kejahatan.
- Tidak bertato.
- Tidak bertindik atau bekas ditindik di telinga maupun anggota badan lain. Kecuali karena ketentuan agama atau adat. Ini khusus untuk pria.
- Tidak memakai kacamata atau lensa kontak.
- Belum pernah menikah.
- Belum pernah hamil atau melahirkan. Khusus untuk wanita.
- Belum pernah diberhentikan sebagai praja IPDN atau dari perguruan tinggi lain secara tidak hormat.
- Tidak diperkenankan mengundurkan diri jika diterima. Jika mengundurkan diri, wajib mengembalikan biaya seleksi ke kas negara.
- Sanggup tidak menikah atau kawin selama mengikuti pendidikan.
- Bersedia diangkat menjadi CPNS/PNS dan ditugaskan atau ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.
- Bersedia ditempatkan di seluruh kampus IPDN saat proses pembelajaran.
- Bersedia menaati semua peraturan yang berlaku di IPDN.
- Siap diberhentikan sebagai praja IPDN jika terbukti melakukan pelanggaran disiplin.
- Gugur sebagai pendaftar jika terbukti memalsukan identitas atau dokumen persyaratan.
Tahapan Seleksi SPCP IPDN 2026
Ini urutan seleksinya dari awal sampai akhir.
- Pendaftaran Peserta
Pendaftaran dilakukan melalui laman resmi SSCASN BKN di https://dikdin.bkn.go.id. Dokumen persyaratan diunggah sesuai format yang berlaku. - Seleksi Administrasi
Saringan pertama. Hasilnya dibagi dua: memenuhi syarat dan tidak. Peserta yang lulus ditetapkan dengan keputusan rektor IPDN. - Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan CAT
SKD digelar dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Peserta yang berhak ikut adalah yang lolos administrasi dan sudah bayar PNBP SKD. Peserta lulus SKD maksimal 3 kali jumlah kuota masing-masing provinsi. - Tes Kemampuan Bahasa Inggris
Peserta yang lulus SKD CAT akan lanjut ke tes bahasa Inggris. Dokumen peserta juga diverifikasi. Materi tes meliputi listening, writing, dan reading. - Tes Kesehatan Tahap 1
Peserta yang dinyatakan lulus berdasarkan akumulasi nilai SKD dan tes bahasa Inggris akan lanjut ke tes kesehatan. Nama-namanya ditetapkan dalam keputusan rektor IPDN. - Tes Psikologi, Integritas, dan Kejujuran
Peserta yang ikut tahap ini adalah yang lulus 1,5 kali jumlah formasi dan OAP 2 kali jumlah formasi. Pemeringkatan berdasarkan akumulasi nilai SKD, tes bahasa Inggris, dan tes kesehatan tahap 1. - Seleksi Penentuan Akhir
Tahap terakhir: verifikasi faktual dokumen administrasi tahap II, tes kesehatan tahap II, tes kesamaptaan dan antropometri, dan wawancara. Peserta yang lolos ditetapkan berdasarkan rapat pleno.
Kapan SPCP IPDN 2026 Buka Pendaftaran?
Hingga 22 Juni 2026, belum ada informasi jadwal pembukaan. Instagram resmi IPDN, @humasipdn.id, juga belum membagikan informasi jadwal.
Biasanya, BKN akan mempublikasikan jadwal seleksi terlebih dulu. Setelah itu, masing-masing sekolah kedinasan merilis panduan pendaftaran yang berisi syarat dan alur seleksi.
Bagi yang berniat mendaftar, pantau terus informasi terbaru di laman resmi atau Instagram IPDN. Jangan lupa selalu cross-check informasi untuk menghindari hoaks.
Secara keseluruhan, persyaratan SPCP IPDN 2026 cukup ketat dan detail. Mulai dari tinggi badan, nilai ijazah, hingga larangan bertato. Semua tahapan seleksi juga berjenjang, dari administrasi hingga wawancara. Calon praja perlu mempersiapkan diri dengan matang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Prabowo Kirim Anggrek Ungu ke Jokowi di Malam Hari
Kalender Jawa Juli 2026: Weton dan Neptu Lengkap
LDA Keraton Surakarta Daftarkan Nama PB XIV sebagai Merek Dagang
Grace Natalie Sambangi Rumah Jokowi di Solo
Dua Anak SD Rusak Pot Bunga dan Piala di Batang
Dua Bocah SD Rusak Sekolah, Usia 11 Tahun Tak Bisa Dipidana
Berita Terbaru
Pendaftaran IPDN 2026: Syarat, Nilai Ijazah, Tinggi Badan
Hujan Ringan Guyur Medan dan Sekitarnya Hari Ini
Pemain Kanada hisap 'peluit hijau' saat patah kaki, apa itu Penthrox?
Stunting di Sanggau Naik, Menkes Sorot Prioritas MBG
Liburan Yogyakarta Sejuta Rupiah, Begini Caranya
Lamine Yamal masuk 10 besar pencetak gol termuda Piala Dunia
Bale Yakin Mourinho Perbaiki Suasana Ruang Ganti Real Madrid
CMF Batal Rilis Ponsel Baru Tahun Ini, Harga RAM Melonjak
Dua pabrik komponen otomotif Jepang di Jatim ancam pindah ke Vietnam, ribuan pekerja terancam PHK.
Pelatih Spanyol bungkam kritik, tim muda buktikan diri usai menang 4-0 atas Arab Saudi.