PHK Singapura Tertinggi Sejak Pandemi

Bayu K. · 2 min baca · 48 menit lalu · 26 dibaca
Bisik.id
PHK Singapura Tertinggi Sejak Pandemi

Gambar atau konten salah?

Singapura tengah menghadapi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang cukup parah. Jumlah pekerja yang terkena PHK tercatat sebagai yang tertinggi sejak masa pandemi COVID-19.

Berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja Singapura yang dikutip dari kantor berita Reuters, pada kuartal III tahun 2026, sebanyak 4.800 orang kehilangan pekerjaan. Angka ini naik dibandingkan kuartal sebelumnya yang mencapai 4.620 orang. Puncak PHK sebelumnya terjadi pada kuartal IV tahun 2020, dengan 5.640 orang terkena PHK.

"PHK tetap tinggi di sektor-sektor yang berorientasi ke luar negeri," demikian pernyataan kementerian tersebut pada Jumat, 30 Oktober 2026. Sektor yang dimaksud adalah industri yang sangat bergantung pada pasar internasional.

Setelah tahun 2020, jumlah PHK sempat menurun. Saat itu, populasi Singapura berkurang karena pembatasan perjalanan dan hilangnya lapangan kerja. Akibatnya, banyak pekerja asing meninggalkan negara tersebut. Hal ini justru menciptakan pasar tenaga kerja yang lebih ketat.

Meskipun PHK meningkat, tingkat pengangguran keseluruhan di Singapura pada September 2026 masih stabil di angka 2%. Namun, jika dilihat lebih spesifik, tingkat pengangguran untuk penduduk lokal naik tipis menjadi 3%, dari sebelumnya 2,9% pada Agustus 2026. Sementara itu, untuk warga negara Singapura, angkanya naik dari 3% menjadi 3,1% pada periode yang sama.

Pemerintah Singapura juga mencatat adanya peningkatan jumlah perusahaan yang berencana melakukan PHK dalam tiga bulan ke depan. Proporsinya mencapai 3,1%, naik tipis dari 2,8% pada bulan sebelumnya.

"Meskipun pasar tenaga kerja terus berkembang, angka PHK tetap tinggi. Hal ini ditambah dengan meningkatnya rencana perusahaan untuk melakukan PHK, menunjukkan adanya kelemahan yang mulai muncul di beberapa bagian pasar tenaga kerja yang perlu dipantau dengan saksama," ujar kementerian Singapura dalam pernyataannya.

Di sisi lain, total penyerapan tenaga kerja justru menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal III-2026, jumlahnya bertambah sebanyak 27.700 orang. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan 11.400 orang pada kuartal II-2026 dan 25.100 orang pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Singapura sedang mengalami situasi yang tidak seragam. Di satu sisi, ada pertumbuhan lapangan kerja baru, namun di sisi lain, PHK di sektor tertentu terus meningkat. Kenaikan rencana PHK oleh perusahaan menjadi sinyal bahwa beberapa bagian ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda pelemahan.

PHK Singapurapasar tenaga kerjatingkat pengangguransektor luar negeripertumbuhan kerjarencana PHK

Komentar

Memuat komentar...