PKB Bali ke-48: 1,6 Juta Pengunjung, Rp 17 Miliar Ekonomi
Gambar atau konten salah?
Pesta Kesenian Bali (PKB) ke‑48 diharapkan dapat menarik lebih banyak pengunjung dibandingkan tahun sebelumnya. Pada PKB 2025, sekitar 1,6 juta orang menonton rangkaian acara, dan perputaran ekonomi mencapai Rp 17 miliar. Ni Luh Puspa, Wakil Menteri Pariwisata, menegaskan bahwa atraksi dan pentas kesenian ini menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan.
“Tahun lalu ada 1,6 juta yang menyaksikan PKB dengan perputaran sampai Rp 17 miliar. Tentu atraksi ataupun juga pentas kesenian itu menjadi salah satu daya tarik wisatawan,” ujarnya pada hari Sabtu, 13 Juni 2026.
Pelaksanaan PKB bertepatan dengan masa libur sekolah dan musim liburan wisatawan mancanegara, sehingga menjadi momentum yang tepat untuk menarik kunjungan. Selain itu, event kesenian terbesar di Bali ini telah enam tahun berturut‑turut masuk dalam agenda Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
“Enam tahun berturut‑turut ini masuk bagian dari Karisma Event Nusantara. Jadi kami sangat eh mengapresiasi dan sangat senang sekali dengan acara ini,” jelas Ni Luh Puspa.
Dengan latar belakang tersebut, Ni Luh Puspa menargetkan jumlah pengunjung PKB tahun ini setidaknya menyamai capaian tahun lalu, yakni 1,6 juta orang, dengan harapan jumlahnya dapat meningkat.
“Mudah-mudahan ada peningkatan, kalau target kan targetnya 1,6 juta wisatawan, mudah-mudahan bisa lebih dari itu,” imbuhnya.
Pemerintah Provinsi Bali optimistis omzet pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berpartisipasi dalam PKB 2026 akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Kepala Bidang Pemberdayaan UMKM Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Bali, Dewa Gede Agung Purnama, mengatakan capaian omzet UMKM sektor kuliner pada PKB tahun lalu mencapai Rp 5,08 miliar selama satu bulan penyelenggaraan.
“Kalau dulu terkait omset kuliner yang melibatkan 52 UMKM kita omsetnya sampai Rp 5 miliar 80 juta dalam satu bulan. Kalau sekarang belum ada, mudah-mudahan prediksinya lebih banyak,” terangnya ditemui di Denpasar, Sabtu, 13 Juni 2026.
Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap produk lokal menjadi modal utama untuk mendorong peningkatan transaksi selama PKB berlangsung. Terlebih, sebagian besar produk yang dijual menggunakan bahan baku lokal dan diolah oleh pelaku usaha di Bali.
“Kalau di Bali mungkin terhadap kuliner, mungkin bila pun ada peningkatan apa, antusias masyarakat tetap karena ini produk-produk lokal, hasil masyarakat dan bahan bakunya lokal,” sambungnya.
Selain meningkatkan penjualan, penyelenggaraan PKB tahun ini juga menjadi ajang promosi bagi UMKM. Berbagai upaya dilakukan, termasuk mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik pada sajian kuliner.
Tidak hanya produk makanan dan minuman, pengunjung juga dapat menemukan beragam produk kerajinan lokal, seperti kain songket dan hasil karya industri kreatif lainnya yang dikelola pelaku usaha Bali.
Di PKB 2026, terdapat 74 stan kuliner yang berpartisipasi. Jumlah tersebut dibagi ke dalam dua periode penjualan agar lebih banyak UMKM mendapat kesempatan untuk terlibat.
“Tahun sekarang 74 (stan kuliner). Ini kan dua minggu, dua minggu sekarang jadi ada dua sesi tidak seperti dulu full (berjualan). Ini dilakukan agar semua UMKM banyak yang ikut berpartisipasi,” terangnya.
Para pedagang akan berjualan dari pukul 10.00 hingga 22.00 Wita setiap harinya dan berjualan selama dua minggu. Pergantian peserta dilakukan setelah Hari Raya Kuningan hingga berakhirnya PKB.
“Untuk kloter pertama penjualan akan berakhir setelah Kuningan, lalu pergantian dengan UMKM yang baru sampai selesai. Dari UMKM itu berbeda‑beda yang berjualan,” jelas Dewa Gede di Art Center.
Dewa Gede Agung Purnama menegaskan seluruh peserta UMKM telah melalui proses seleksi. Penilaian dilakukan berdasarkan penggunaan bahan baku lokal, proses produksi di Bali, legalitas usaha, serta kesiapan mengikuti kegiatan berskala provinsi tersebut.
“Kami mengidentifikasi para pedagang yang menggunakan produk lokal, menggunakan bahan baku lokal, diolah juga di Bali dan memungkinkan untuk berpartisipasi dalam ajang ini. Semua kabupaten/kota ada yang mewakili,” imbuhnya.
Daripada 116 UMKM yang teridentifikasi dan mendaftar, hanya 74 stan yang dinyatakan lolos seleksi. Seluruh peserta berasal dari kabupaten dan kota di Bali sehingga dapat mewakili potensi usaha lokal dari berbagai daerah.
Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi UMKM yang luas, PKB 2026 diharapkan tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga platform ekonomi yang memperkuat perekonomian lokal. Pesta ini menampilkan seni tradisional, musik, tarian, dan kuliner khas Bali, sekaligus menonjolkan produk-produk kreatif yang dihasilkan oleh pelaku usaha di pulau ini.
Kesempatan dua minggu bagi UMKM untuk berjualan memberi ruang bagi lebih banyak pelaku usaha kecil untuk memasarkan produk mereka. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan pendapatan mereka, sekaligus memperkenalkan keunikan Bali kepada wisatawan internasional.
Dengan target pengunjung yang tinggi dan dukungan kebijakan yang memadai, PKB 2026 berpotensi menjadi salah satu acara terbesar di Bali, sekaligus memperkuat posisi pulau ini sebagai destinasi wisata budaya yang menarik bagi pengunjung dari seluruh dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
BBPOM Lakukan Pengawasan PKB 2026 Denpasar, Pastikan Aman
Penari Disabilitas Menarikan Pawai Badung, Dukungan Rp1 Juta
17 Mobil Volkswagen Safari Berbaris di Taman Kerta Gosha
Karangasem Raih 173 Medali, Posisi 8/9 di Porjar Bali 2026
Pawai Pesta Kesenian Bali ke-48 di Renon, 13 Juni 2026
Pesta Kesenian Bali ke-48 Dibuka Tanpa Presiden Prabowo Pawai Meriah
Berita Terbaru
Sekolah Rakyat Aceh 2 Subulussalam Akan Beroperasi Juni
Bansos PKH & BPNT 01 Juni 2026: Nominal & Cara Cek
Jembatan Kebon Waru Berkarat, Warga Panggil Perbaikan Segera
Ancelotti Jaga Maroko Sebagai Lawan Brasil Pertandingan
Beasiswa BSI 2026: 80 Paket untuk Warga Pendidikan Banyuwangi
DFB Bagi Biaya Bus 600 Penggemar ke Stadion MetLife
Mourinho Simpan 5 Pemain, Tambah Bek di Real Madrid
McTominay Siap Jadi Andalan Skotlandia Piala Dunia 2026
Sabar-Reza Raih Final Australian Open, Kemenangan Dramatis