Polusi Udara Parah di Tangerang Selatan dan Serpong

Tika M. · 2 min baca · Baru saja · 1 dibaca
Bisik.id
Polusi Udara Parah di Tangerang Selatan dan Serpong

Gambar atau konten salah?

Kualitas udara di beberapa kota besar di Indonesia kembali menurun drastis. Menurut data IQ Air yang diambil pada pukul 09:30 WIB, wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya berada di puncak daftar kota dengan polusi terburuk.

Di kawasan Serpong, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) mencapai angka 191, diikuti oleh Tangerang Selatan dengan AQI 190. Kedua wilayah ini masuk kategori tidak sehat dan dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan. AQI antara 151 dan 200 menandakan peningkatan kemungkinan efek samping pada jantung dan paru-paru di kalangan masyarakat umum, terutama kelompok sensitif. Karena itu, masyarakat disarankan menunda aktivitas di luar ruangan.

Berikut urutan kota dengan kualitas udara terburuk berdasarkan nilai AQI:

  1. Serpong – 191
  2. Tangerang Selatan – 190
  3. Bandung – 153
  4. Semarang – 128
  5. Surabaya – 125
  6. Jakarta – 122
  7. Tangerang – 108
  8. Jambi – 82
  9. Palembang – 80
  10. Pekanbaru – 62

Selain indeks AQI, konsentrasi partikel halus PM2.5 di kota-kota tersebut juga menjadi perhatian. PM2.5 adalah partikel mikroskopis yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru dan masuk ke aliran darah. Paparan jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko asma, penyakit jantung, stroke, kanker paru, dan kematian dini. Rata‑rata konsentrasi PM2.5 di kota-kota terpolusi ini berada sekitar enam kali lipat di atas batas aman tahunan yang direkomendasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tangerang Selatan telah lama berada di puncak daftar kota dengan kualitas udara terburuk. Sepanjang 2025, wilayah ini terus tercatat sebagai salah satu kota dengan polusi tertinggi di Indonesia, menurut pemantauan berbagai platform global. Faktor penyebabnya meliputi tingginya aktivitas kendaraan bermotor, kawasan industri, pembangunan yang masif, serta kondisi cuaca tertentu yang memperburuk kualitas udara di wilayah penyangga Jakarta.

Di Pulau Jawa, beberapa kota lain juga masih mendominasi daftar polusi tertinggi karena kepadatan penduduk dan aktivitas ekonomi yang tinggi. Namun, ada kabar baik dari Sulawesi Barat. Kota Mamuju tercatat sebagai salah satu wilayah dengan kualitas udara paling bersih dan sehat di Indonesia. Kondisi ini menunjukkan bahwa kualitas udara yang baik masih dapat dipertahankan di wilayah dengan tingkat urbanisasi dan aktivitas industri yang lebih rendah.

Para ahli mengingatkan masyarakat di daerah dengan kualitas udara buruk untuk membatasi aktivitas luar ruangan saat polusi tinggi, memakai masker yang mampu menyaring partikel halus, dan memantau kondisi kualitas udara secara berkala guna mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan polusi.

Secara keseluruhan, data menunjukkan bahwa polusi udara di kota-kota besar Indonesia masih berada di level yang berisiko bagi kesehatan. Penurunan kualitas udara ini menuntut perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat untuk mengurangi emisi dan meningkatkan kualitas udara di masa depan.

kualitas udaraAQITangerang SelatanSerpongPM2.5polusi udaraWHOkendaraan bermotor

Komentar

Memuat komentar...