IHSG Naik 3,5% Karena Himbara, Bank Mandiri 5% Tumbuh
Gambar atau konten salah?
IHSG memulai sesi perdagangan pada Senin, 15 Juni 2026 dengan kenaikan lebih dari tiga setengah persen, mencapai level 6.221,44 pada jam 09.10 WIB menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI).
Pergerakan kuat ini didorong secara utama oleh saham-saham perbankan BUMN yang sering disebut Himbara. Di antara mereka, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) memimpin dengan kenaikan 210 poin (5%), menutup pada harga Rp4.410 per saham. Sementara itu, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) naik 210 poin (5,9%), mencapai Rp3.770 per saham. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga mencatat kenaikan 120 poin (4,21%), menutup pada Rp2.970 per saham.
Saham BUMN di sektor pertambangan dan telekomunikasi juga menampilkan rapor hijau. PT Timah Tbk (TINS) menguat 260 poin (7,88%), sementara PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik 220 poin (7,72%), menutup pada Rp3.070 per saham. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) pula naik 80 poin (2,80%), menutup pada harga yang lebih tinggi.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa transformasi yang telah dilaksanakan di perusahaan-perusahaan pelat merah telah menghasilkan kinerja yang memuaskan. Ia menambahkan bahwa pasar modal kini mencerminkan hasil positif tersebut.
Kita tentu berterima kasih kepada seluruh investor yang menunjukkan kepercayaan tinggi terhadap pasar modal kita. Kinerja IHSG yang menguat cukup signifikan, termasuk penguatan rupiah, menjadi cerminan nyata bahwa BUMN kita saat ini berada dalam posisi terbaiknya, ujar Dony, Senin (15 Juni 2026).
Menurut Dony, meskipun pergerakan pasar dalam jangka pendek kerap diwarnai dinamika dan sentimen sesaat, investor pada akhirnya akan tetap rasional dalam melihat realitas kinerja BUMN yang kini jauh lebih sehat, efisien, dan menguntungkan.
Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat bukti nyata bahwa perusahaan-perusahaan negara kita sedang mencatatkan pencapaian di posisi yang paling optimal, tegasnya.
Dony menambahkan, rekam jejak positif di berbagai sektor strategis ini merupakan momentum penting. Posisi terbaik BUMN saat ini menjadi landasan kuat untuk terus mengakselerasi penciptaan nilai (value creation) sekaligus memberikan imbal hasil yang menjanjikan bagi para investor.
Teman-teman bisa melihat sendiri laporannya. Baik di sektor perbankan, tambang, infrastruktur, maupun perusahaan BUMN lainnya, semuanya mencatatkan rapor yang sangat memuaskan. Ini adalah bukti bahwa BUMN kita betul-betul berada di posisi terbaiknya untuk terus melesat ke depan, pungkas Dony.
Pergerakan pasar ini menandai keberhasilan strategi transformasi BUMN, menegaskan bahwa perusahaan-perusahaan negara telah kembali ke jalur yang sehat dan menguntungkan. Investor dapat melihat bahwa meskipun pasar dipengaruhi oleh dinamika jangka pendek, realitas kinerja BUMN tetap kuat, memberikan nilai tambah dan imbal hasil bagi para investor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pasar Saham Asia Pagi Naik Setelah Kesepakatan AS Iran
Kemenkeu Usulkan Pagu Anggaran 2027 Rp 49,80 Triliun
Harga Emas 24 Karat Antam Naik ke Rp 2.729.000 per Gram Satu
IHSG Terbuka di Zona Hijau, Naik 3,47% pada 15 Juni 2026
Rupiah Terus Menekan Dolar AS, Nilai Rp 17.700-an perdagangan
IHSG Naik 2,07% ke 6.007,66: Saham Unggulan Dorong
Berita Terbaru