Prabowo Pakai Kendaraan Pindad Maung, Mobil Buatan Indonesia
Gambar atau konten salah?
Prabowo Subianto mengungkapkan pengalaman menggunakan Pindad Maung sebagai kendaraan dinas saat kunjungan kerja. Meskipun kendaraan tersebut masih dalam tahap pengembangan, ia tetap merasa bangga memakainya.
Di acara pembukaan Munas HIPMI XVIII di Bandar Lampung pada 10 Juni 2023, ia menegaskan bahwa setelah 81 tahun merdeka, Indonesia harus memiliki mobil buatan sendiri. “Setelah 81 tahun merdeka, kita harus punya mobil buatan Indonesia sendiri. Kita sudah merintis, TNI pakai Jeep buatan putra-putri Indonesia. Presidenmu sekarang pakai mobil buatan rakyat sendiri,” ujar Prabowo.
Ia menekankan bahwa sebagai pemimpin, ia tidak lagi membahas mobil buatan negara lain. “Beberapa hari lalu, saya dengar pembicaraan di antara anak buah saya, eh harga mobil ini dan itu berapa ya? Saya pikir, saya nggak bisa nanya begitu lagi. Suka nggak suka, karena saya presiden, saya harus kasih contoh, saya harus pakai mobil buatan anak Indonesia,” tambahnya.
Prabowo juga berbagi cerita tentang bagaimana ia menilai Pindad Maung sebagai kendaraan baru. “Jadi saya ngerti, ini kan mobil baru 1-2 tahun dibangun. Namanya sesuatu yang baru, mungkin tidak sebagus saya pakai BMW atau Mercedes, ya kan? Saya pakai Maung,” tuturnya.
Selama penggunaan, ia mencatat beberapa masalah teknis. “Suatu saat saya tidur di mobil, tau-tau karena hujan deras di luar, tahu-tahu ‘tek tek tek’, saya bangun, rupanya bocor. Ya namanya baru, saya kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi,” ungkapnya.
Meski mengalami kebocoran atap dan suara berisik saat melintas di jalur pegunungan, ia tetap melanjutkan perjalanan. “Terus mobil dipakai naik gunung, gledak gledak, tapi nggak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini,” kata dia.
Pengalaman ini menyoroti komitmen Prabowo Subianto terhadap produk buatan Indonesia. Ia menunjukkan contoh nyata bahwa kendaraan domestik masih dalam proses penyempurnaan, namun tetap menjadi pilihan utama bagi pejabat tinggi. Hal ini mencerminkan upaya negara untuk memperkuat industri otomotif dalam rangka mencapai kemandirian ekonomi dan nasionalisme.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Volkswagen Kritik Larangan ICE, Sarankan Pilihan Konsumen
Wuling Huajing S: SUV hybrid premium di Kuala Lumpur
Suzuki Fronx Sport Diperkenalkan di Negeri Jiran Baru
Yamaha Tawarkan MX King 150 Prima Pramac Terbatas Jakarta
India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
Pajak Tahunan Fortuner vs Pajero Sport Jakarta 2026
Berita Terbaru
Persela Lamongan Kembali Menyambut Dendi Sulistiawan
Alkohol Dorong Rasa Gurih, Tambah Kalori, Bikin Berat Badan
Kebun Binatang Bandung Tunggu Izin Operasi, Faunaland Siap?
England 3-0 Kosta Rika: Gordon Menang, Keane Prediksi
Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Piala Dunia 2026
FIFA World Cup 2026 di Roblox: 48 Tim, 6 Game, Live Update
Pelatihan BNSP: Sertifikat Trainer Menjadi Standar Nasional
