India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
Gambar atau konten salah?
India kini menempati posisi ketiga sebagai produsen mobil penumpang terbesar di dunia. Pada tahun 2025, negara ini memproduksi 5,4 juta unit mobil penumpang, hanya kalah dari China yang memproduksi 30,3 juta unit dan Jepang dengan 7,2 juta unit. Jerman dan Korea Selatan berada di belakang India, masing-masing menghasilkan 4,1 juta unit dan 3,8 juta unit.
Angka ini menjadikan India sebagai negara dengan pertumbuhan produksi tertinggi di antara lima produsen mobil terbesar dunia. Dibandingkan tahun 2019, produksi mobil penumpang India melonjak 48 persen. Pertumbuhan ini lebih tinggi daripada China yang tumbuh 42 persen dan Korea Selatan yang naik 6 persen. Sebaliknya, beberapa negara otomotif tradisional mengalami penurunan produksi: Jerman turun 11 persen, Jepang 14 persen, Amerika Serikat 49 persen menjadi 1,3 juta unit, Prancis dan Meksiko turun 36 persen, serta Spanyol 20 persen.
Berbagai faktor mendorong pertumbuhan industri otomotif India. Penjualan domestik yang tinggi, popularitas SUV yang terus meningkat, dan program insentif pemerintah Production Linked Incentive (PLI) menjadi pendorong utama. Selain itu, aktivitas ekspor yang terus meningkat memaksa pabrikan memperluas kapasitas produksi.
Berbagai produsen besar berinvestasi di fasilitas produksi lokal, termasuk:
- Maruti Suzuki
- Hyundai
- Tata Motors
- Mahindra
- Toyota
- Kia
- Honda
- Renault‑Nissan
Maruti Suzuki tetap menjadi salah satu eksportir kendaraan terbesar di India, sementara Hyundai Motor India telah mengekspor lebih dari 3,9 juta kendaraan dari fasilitas produksinya di Tamil Nadu. Kendaraan dan komponen buatan India tidak hanya melayani pasar dalam negeri, tetapi juga dikirim ke berbagai negara.
Lokalisasi di sektor powertrain, elektronik, dan komponen kendaraan listrik terus meningkat. Dengan tingkat lokalisasi yang semakin tinggi, India diprediksi akan terus memperkuat posisinya di peta industri otomotif dunia. Meskipun masih tertinggal dari Jepang, India sudah jauh unggul dibandingkan Jerman.
Perubahan ini menunjukkan pergeseran kekuatan industri otomotif global, dengan India menjadi pemain utama yang menantang dominasi negara-negara tradisional.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Pajak Tahunan Fortuner vs Pajero Sport Jakarta 2026
Lexus Perkenalkan All-New ES Indonesia: Pilihan BEV Pertama
Prabowo Ganti Mobil Eropa dengan Pindad Maung di Munas
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Risiko Gunakan BBM RON 92: Mesin Rusak
Rupiah Lemah, Harga Suku Cadang Naik 20%, Pelanggan Turun
Pengadaan Motor Listrik MBG: Rp 1 Triliun Tertangkap Markup
Berita Terbaru
Said Iqbal Usulkan Batas Outsourcing, Presiden Ingin Hapus
Seleksi 30.000 KDMP dan 5.000 KNMP Diumumkan, Gaji Rahasia
India Jadi Produsen Mobil Penumpang Peringkat Tiga Dunia, 5,4 Juta
BPJS Kesehatan Buka Pendaftaran PATT 2026, 10-23 Juni
Meninggal Sapardi Djoko Damono, Penulis 'Hujan Bulan Juni'
Serdos 2026: Dosen Tetap Bisa Raih Sertifikasi Profesional
