Prabowo Resmikan 5 Bendungan, Target Produksi 1 Juta Ton Beras
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengoperasikan lima bendungan yang tersebar di empat provinsi berbeda pada hari Jumat, 10 Juni 2026. Total investasi untuk kelima proyek ini mencapai angka Rp 9,79 triliun.
Kelima bendungan tersebut adalah Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB), Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Bali. Semua proyek ini masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
Dalam sambutannya yang disiarkan langsung dari Lombok melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo menyampaikan bahwa bendungan-bendungan ini akan menerapkan teknologi tinggi. Ia memperkirakan, dengan teknologi dan benih unggul, kelima bendungan mampu mendukung produksi beras hingga satu juta ton.
"Lima bendungan ini nanti dengan teknologi, benih terbaik bisa menghasilkan satu juta ton beras. Lima bendungan ini Rp 9,78 triliun," ujar Prabowo dalam pidatonya.
Presiden juga mengungkapkan rasa syukurnya karena bisa meresmikan bendungan tersebut sekaligus bertemu langsung dengan warga NTB. Menurutnya, masyarakat NTB selama ini selalu memberikan dukungan kepadanya.
"Saya merasa sangat bangga, saya merasa dihormati untuk diundang hari ini bertemu langsung dengan masyarakat NTB, yang kebetulan dari dulu selalu mendukung saya. Walaupun berkali-kali kalah, tapi NTB terus setia kepada saya. Rasanya saya masih utang banyak sama rakyat NTB itu," kata Prabowo.
Bendungan Meninting, yang menjadi lokasi peresmian dan dikunjungi langsung oleh Presiden, dibangun dengan tujuan utama mengatasi masalah ketimpangan air di Pulau Lombok. Proyek ini dirancang untuk memperkuat ketahanan air dan pangan, sekaligus mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti fenomena El NiƱo dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang bisa memicu kemarau panjang.
Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan kurang lebih 46 hektare. Dari segi manfaat, bendungan ini mampu mengairi lahan pertanian seluas 1.559 hektare, menyediakan air baku, dan mendukung pembangkit listrik tenaga air (PLTA) serta PLTS terapung dengan kapasitas sekitar 10 MW.
Kehadiran bendungan diproyeksikan akan meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi 300 persen. Tambahan produksi gabah diperkirakan mencapai 420 ribu ton per musim tanam, dengan nilai ekonomi sekitar Rp 4,6 triliun per tahun. Selain fungsi irigasi dan energi, bendungan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan wisata air dan mendukung pasokan air bersih bagi sektor pariwisata di Lombok.
Peresmian lima bendungan secara serentak ini menunjukkan upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis. Proyek-proyek ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga pada mitigasi bencana kekeringan dan penyediaan sumber energi terbarukan di berbagai wilayah Indonesia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Indonesia Hentikan Impor Solar Mulai Hari Ini
BNI Bawa Tiga Mitra Binaan ke Puspa Nuswantara 2026
Rachmat Gobel Meninggal, Bahlil hingga Dony Melayat
Topan Bavi Mendekat, Jepang dan Taiwan Siaga
Pemerintah Targetkan Bensin Campur Etanol 10% pada 2027
Venezuela Minta Raja Charles III Kembalikan 31 Ton Emas