Indonesia Hentikan Impor Solar Mulai Hari Ini
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Indonesia mulai menghentikan impor solar mulai hari ini. Keputusan ini diambil seiring dengan peluncuran program mandatori biodiesel B50 yang resmi berjalan sejak awal Juli 2026.
Kemarin, Prabowo secara langsung meluncurkan BBM campuran yang mengandung 50% minyak kelapa sawit olahan. Dalam pidatonya yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Jumat, 10 Juni 2026, ia menyebut hari itu sebagai momen bersejarah. "Indonesia negara pertama di dunia yang bisa membuat solar dari tanaman nabati, dari kelapa sawit. Solar kita sekarang 50% dari kelapa sawit," ujarnya.
Prabowo menegaskan, "Dan mulai hari-hari ini, kita sudah mulai menghentikan impor solar dari luar negeri."
Dengan penerapan B50, Prabowo memperkirakan Indonesia bisa menghemat devisa hingga Rp 170 triliun. Ia juga menyoroti bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang menerapkan mandatori biodiesel B50. Menurutnya, ini bukan sekadar pencapaian teknologi. "Ini bukti bahwa Indonesia mampu gunakan kekayaan alam untuk kepentingan rakyat sendiri. Ini tonggak penting untuk menunjang kemandirian energi," tegasnya.
Prabowo menambahkan, "Saudara sekalian dengan diluncurkannya program ini Indonesia resmi jadi negara pertama di dunia yang terapkan mandatori biodiesel B50."
Program B50 merupakan campuran bahan bakar yang terdiri dari 50% minyak kelapa sawit dan 50% solar. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil dan memanfaatkan sumber daya alam dalam negeri. Dengan demikian, Indonesia berharap dapat mencapai kemandirian energi di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
