Prabowo: Saya Berkali-kali Mau Disogok

Dwi H. · 2 min baca · 1 jam lalu · 12 dibaca
Bisik.id
Prabowo: Saya Berkali-kali Mau Disogok

Gambar atau konten salah?

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa praktik suap masih merajalela di Indonesia. Menurutnya, praktik ini sudah merusak tatanan birokrasi selama puluhan tahun. Yang lebih mencengangkan, suap tidak hanya menyasar pejabat di berbagai tingkatan, tetapi juga dirinya sendiri sebagai presiden.

"Kita melihat puluhan tahun institusi-institusi kita dirusak. Menteri-menteri kita, dirjen-dirjen kita mau disogok. Jangankan menteri dirjen, saya mau disogok! Dalam 2 tahun ini berkali-kali saya mau disogok," tegas Prabowo dalam acara Penyerahan Denda Administratif dan Penyelamatan Keuangan Negara oleh Satgas PKH di Jakarta Pusat, Selasa 06 Oktober 2026.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo di hadapan para aparatur negara. Ia mengakui bahwa upaya pemerintah untuk menertibkan birokrasi selalu mendapat perlawanan. Perlawanan itu datang dari kelompok-kelompok yang selama ini menikmati hasil kecurangan. Baik itu korupsi, penyelundupan, perampokan kekayaan negara, hingga peredaran narkotika.

"Perlawanan-perlawanan ini kita tahu semua datang dari unsur-unsur yang menikmati korupsi. Unsur-unsur yang menikmati kecurangan-kecurangan. Unsur-unsur yang menikmati pencurian dan perampokan kekayaan negara," ujar Prabowo.

Bahkan, Prabowo mengaku sering mendapat laporan tentang petugas di lapangan yang diancam dan digertak oleh kelompok-kelompok tersebut. Ancaman itu nyata dan terus terjadi.

Meskipun menghadapi tekanan, Prabowo menegaskan bahwa jajarannya tidak akan gentar. Ia mempersilakan siapa pun yang tidak mau berada di jalan yang benar untuk minggir dengan baik.

"Saya persilakan saudara-saudara dalam Satgas ini atau dalam jajaran pemerintahan saya, siapa yang tidak mau terus di atas jalan yang benar, saya persilakan Saudara minggir dengan baik," ucap Prabowo.

Prabowo juga menegaskan bahwa pihak-pihak yang berusaha merusak negara tidak akan membuat mereka mundur. Ia menyebut kelompok tersebut memiliki uang ratusan triliun, bisa membayar buzzer, membayar algoritma, menyerang di media sosial, dan membiayai demonstrasi. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah bersama rakyat dan siap mati untuk rakyat.

"Biar mereka punya uang ratusan triliun, mereka bayar buzzer, mereka bayar algoritma, mereka serang kita di sosmed, mereka membiayai demonstrasi, kita tidak gentar! Kita bersama rakyat! Kita siap mati untuk rakyat!" ucapnya.

Di tengah situasi ini, Prabowo memberikan apresiasi kepada para abdi negara yang masih berpegang teguh pada sumpah jabatan. Mereka tidak melakukan penyimpangan dan tetap berjuang bersama presiden.

"Saya terima kasih yang masih mau berjuang bersama saya, berjuang untuk rakyat kita, berjuang untuk mereka yang tidak bisa bicara, mereka yang tidak punya apa-apa, berjuang mereka yang tidak punya rumah, berjuang untuk mereka yang tidak mengerti makan paginya dari mana, makan sorenya dari mana. Saya terima kasih," pungkasnya.

Pernyataan Prabowo ini menunjukkan bahwa praktik suap telah menjadi masalah yang sistemik di Indonesia. Bahkan, presiden sendiri mengaku pernah menjadi sasaran suap. Ini menunjukkan betapa dalamnya masalah korupsi di negeri ini. Namun, di sisi lain, pernyataan ini juga menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberantas praktik tersebut, meskipun harus menghadapi perlawanan dari berbagai pihak yang diuntungkan oleh sistem yang rusak.

suapkorupsibirokrasipresidenprabowopenertibanperlawanan

Komentar

Memuat komentar...