Prabowo Setuju Anggaran Pelatnas Multiyears
Gambar atau konten salah?
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir memastikan komitmen Presiden Prabowo Subianto terhadap skema pendanaan jangka panjang untuk pemusatan latihan nasional. Kepastian ini muncul setelah pertemuan keduanya di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Jawa Barat, pada Jumat, 19 Juni 2025.
Dalam pertemuan itu, Erick melaporkan perkembangan dan rencana pelaksanaan sejumlah program strategis kementerian yang menjadi bagian dari prioritas nasional. Salah satu laporan utama menyangkut pembinaan atlet jangka panjang. Menurut Erick, kunci keberhasilan atlet Indonesia bergantung pada anggaran Pelatnas yang bersifat multiyears.
"Bahwa kebijaksanaan mengenai anggaran, karena yang namanya Pelatnas tidak mungkin dianggarkan per tahun, itu harus multi years, dan Bapak Presiden sepakat karena memang mempersiapkan bagaimana masa depan atlet kita untuk Olimpiade, SEA Games, Asian Games, apalagi hari ini banyak sekali para atlet kita mulai menunjukkan prestasinya," kata Erick.
Presiden Prabowo, menurut Erick, menyatakan dukungan penuh terhadap skema pembiayaan yang memungkinkan pembinaan atlet berjalan secara berkelanjutan. "Nah ini yang Bapak Presiden dorong karena itu persiapan dari tentu SEA Games, Asian Games, Olimpiade, mesti benar-benar dilakukan. Apalagi Bapak Presiden sudah memperhatikan kebijaksanaan bonus yang cukup baik, sekali baik," ujarnya.
Erick menambahkan bahwa Presiden Prabowo telah memperhatikan kebijakan bonus untuk atlet. Saat ini bonus untuk atlet berprestasi sudah mencapai angka Rp1 miliar. Ia menyebut angka untuk Asian Games dan Olimpiade nanti pasti akan lebih baik lagi.
Selain soal anggaran Pelatnas, Erick juga menyampaikan program pengembangan sertifikasi pelatihan bagi penyandang disabilitas. Program ini bertujuan agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan menjadi pelatih dan berkontribusi dalam pembinaan olahraga nasional. "Yang pasti Bapak Presiden sangat peduli dengan olahraga disabilitas," kata Erick.
Ia menyebut jumlah masyarakat disabilitas di Indonesia yang gemar berolahraga mencapai hampir 23,9 juta hingga 25,9 juta orang. Angka itu setara dengan hampir 11 persen dari total populasi. "Artinya dengan itu Bapak Presiden ingin mendorong para orang disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Nah salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka," kata Erick.
Erick juga memaparkan rencana pembangunan Akademi Olahraga Nasional. Akademi ini akan menjaring dan membina talenta olahraga sejak usia dini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah. Rencana ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem olahraga nasional yang lebih terintegrasi, modern, dan berkelanjutan.
Pemerintah juga terus mengkaji skema dana pensiun untuk atlet. Skema ini bertujuan meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan para olahragawan setelah mereka menyelesaikan masa pengabdian di dunia olahraga.
Pertemuan di Hambalang itu menjadi penegasan bahwa Presiden Prabowo mendorong persiapan atlet Indonesia secara serius untuk SEA Games, Asian Games, dan Olimpiade. Dukungan terhadap anggaran multiyears menjadi fondasi utama agar pembinaan tidak terputus setiap tahun. Bonus atlet yang sudah mencapai miliaran rupiah menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan prestasi olahraga. Program sertifikasi pelatih disabilitas dan pembangunan akademi olahraga nasional menjadi bukti bahwa pembinaan olahraga tidak hanya fokus pada atlet aktif, tetapi juga pada keberlanjutan setelah mereka pensiun.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Bagnaia Jalani Operasi Lengan saat Libur MotoGP
BKB Rekrut Eks UFC, Incar Ekspansi ke Indonesia
Marc Marquez Yakin Motor 850cc Bisa Lebih Cepat di Sachsenring
Atlet Asian Games 2026 Tinggal di Kapal Pesiar
Veda Ega: Honda Unggul di Tikungan Cepat
Mario Aji dan Veda Ega Siap Balapan di MotoGP Mandalika
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
