Prabowo siapkan 10 universitas kedokteran, dibantu langsung Imperial College London
Gambar atau konten salah?
Presiden Prabowo Subianto memiliki rencana besar untuk mendirikan sepuluh universitas yang fokus pada bidang kedokteran dan sains di Indonesia. Rencana ini diungkapkan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto. Yang menarik, pembangunan kampus-kampus ini akan mendapat bantuan langsung dari Imperial College London, salah satu universitas terkemuka di Inggris.
Brian Yuliarto menyampaikan kabar ini setelah bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto bersama delegasi dari Imperial College London. Pertemuan tersebut membahas berbagai cara untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Menurut Brian, presiden secara langsung menyampaikan keinginannya untuk mendirikan sepuluh universitas kedokteran dan sains.
"Tadi juga dibicarakan terkait dengan rencana Bapak Presiden mendirikan 10 medical dan science university, nantinya akan dibantu banyak oleh Imperial College," kata Brian pada 22 Mei 2026.
Peran Imperial College London dalam proyek ini tidak main-main. Universitas tersebut akan terlibat dalam berbagai aspek pengembangan. Mulai dari menyusun kurikulum, menentukan standar pengajaran, hingga melakukan penelitian bersama. Selain itu, profesor-profesor berstandar internasional dari Imperial College juga akan datang ke Indonesia untuk mengajar.
"Jadi nanti kurikulumnya, penyiapan standar pengajarannya, kemudian joint research-nya, kemudian juga visiting professor akan banyak dilakukan bersama-sama dengan Imperial College dan juga kampus-kampus lainnya," jelas Brian.
Kualitas Imperial College London memang sudah diakui dunia. Dalam pemeringkatan QS World University Rankings (WUR) terbaru, kampus ini berada di peringkat kedua dunia secara keseluruhan. Untuk bidang pendidikan medis, posisinya bahkan lebih tinggi lagi, yaitu di peringkat keempat dunia. Ini menunjukkan betapa kuatnya reputasi universitas tersebut dalam sains dan kedokteran.
Brian melihat kerja sama ini sebagai peluang besar bagi Indonesia. Dengan bergandengan tangan langsung dengan salah satu kampus terbaik di dunia, kualitas pengajaran dan penelitian di Indonesia diharapkan bisa naik. Ia juga berharap peringkat universitas-universitas Indonesia di tingkat global ikut meningkat.
"Ini adalah sebuah peluang besar bagi bangsa Indonesia untuk bersama-sama langsung dengan kampus yang sangat top di dunia untuk bisa menaikkan juga kualitas pengajaran, penelitian di Indonesia yang tentunya diharapkan juga ranking kita di dunia, kampus-kampus kita ini juga akan ikut naik," harapnya.
Penerimaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto terhadap delegasi Imperial College London, menurut Brian, merupakan pencapaian yang sangat baik. Ia percaya kerja sama ini tidak hanya akan berdampak pada sepuluh kampus baru yang akan dibangun. Dampaknya diharapkan bisa meluas ke seluruh kampus di Indonesia.
"Tetapi kami yakin juga dampaknya pasti juga akan dapat dirasakan oleh kampus-kampus yang lainnya di seluruh Indonesia. Sehingga kita berharap kunjungan ini, pertemuan tadi diterima langsung oleh Bapak Presiden, ini membuka pintu kerja sama strategis yang lebih luas di dunia pendidikan di Indonesia," tegasnya.
Rencana pembangunan sepuluh universitas kedokteran dan sains ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Dengan dukungan dari Imperial College London, yang memiliki reputasi global di bidang medis dan sains, Indonesia memiliki kesempatan untuk belajar langsung dari standar internasional. Kerja sama ini diharapkan bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki sistem pengajaran dan penelitian di tanah air, sehingga kampus-kampus Indonesia bisa bersaing lebih baik di tingkat dunia.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Yatim Piatu Raih IPK 3,90, Wisudawan Terbaik Unair
Webinar Educativa Bantu Mahasiswa Kuasai Analisis Mediasi dan Moderasi
Warga Indonesia raih penghargaan Türkiye Alumni Awards 2026
Mantan Menkeu Chatib Basri Jadi Visiting Professor di LSE
Poltekpel Surabaya Buka Pendaftaran Gelombang 3, Jalur Mandiri Tanpa Ikatan Dinas
Pendaftaran Taruna STMKG 2026 Segera Dibuka, Simak Syaratnya
Berita Terbaru
Mahasiswa Bali Desak DPRD, 16 Tuntutan Diserahkan ke Pusat
Gus Yahya Laporkan Capaian Reformasi NU di Munas
Harga Tiket Aston Villa di Jakarta Mulai Rp350 Ribu
Bonus Karyawan Teknologi Korea Selatan Picu Peringatan Inflasi Bank Sentral
30% Peserta Magang Nasional Langsung Dapat Kerja
Mahasiswa Mojokerto Dorong Polisi, Tolak Program Populis Prabowo-Gibran
Menaker Pantau Isu Pabrik Jepang Hengkang ke Vietnam
