Prediksi Risiko Bisnis Lewat Data Science dan Python
Gambar atau konten salah?
Data bisnis menyimpan banyak informasi berharga. Mulai dari kebiasaan pelanggan, sampai potensi risiko yang mengintai. Tapi data mentah tidak bisa langsung bicara. Ia perlu diolah dulu. Baru setelah itu, muncul insight yang berguna.
Salah satu cara mengolahnya adalah Predictive Analytics. Sederhananya, ini proses memakai data untuk membuat prediksi. Prediksi itu berdasarkan pola-pola tertentu yang sudah terekam.
Ada kelas yang bisa diikuti untuk belajar hal ini. Judulnya "Kenali Risiko Bisnis Lewat Data Science dan Python." Fokusnya pada studi kasus Customer Churn Prediction — memprediksi pelanggan yang mungkin pergi.
Apa yang dipelajari? Peserta akan mulai dari memahami data. Lalu menentukan target dan fitur. Ada juga tahap data preparation dan exploratory data analysis. Semua dilakukan bertahap.
Setelah itu, peserta langsung praktik. Menggunakan Python dan Google Colab. Mereka akan membuat model Decision Tree dan Random Forest Classification.
Model yang sudah jadi tidak dibiarkan begitu saja. Ia dievaluasi. Alatnya: Confusion Matrix, Accuracy, Precision, Recall, dan F1-Score. Yang penting juga, peserta belajar menerjemahkan hasil evaluasi itu menjadi business insight yang bisa dipakai.
Studi kasus customer churn dipilih karena relevan. Lewat kasus ini, peserta bisa melihat alur kerja Data Science dari awal sampai akhir. Dari data mentah, sampai prediksi jadi. Alur ini bisa dipakai untuk kebutuhan profesional di berbagai bidang.
Tidak perlu latar belakang IT. Juga tidak perlu pengalaman sebagai programmer. Kelas ini terbuka untuk data analyst, business analyst, marketer, entrepreneur, fresh graduate, atau profesional lain yang ingin mulai paham data untuk bisnis.
Jadwalnya:
- Hari: Selasa
- Tanggal: 13 Oktober 2026
- Waktu: 19.00 - 21.00 WIB
- Lokasi: Online via Zoom Meeting
Peserta yang ikut akan mendapatkan e-sertifikat, video recording, praktik langsung bersama ahli, career tips, dan kesempatan dipublikasikan di artikel.
Kelas ini menunjukkan bahwa data tidak hanya untuk data scientist. Dengan alat yang tepat dan pendekatan bertahap, siapa pun bisa belajar membaca pola dari data. Prediksi bukan lagi soal firasat — tapi soal angka yang diolah dengan metode yang jelas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait