PVMBGBantah Klaim Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Begini Faktanya
Gambar atau konten salah?
Isu tentang Gunung Lawu yang akan meletus besar dalam waktu dekat ramai diperbincangkan di media sosial. Sebuah unggahan viral menyebutkan gunung yang berada di perbatasan Jawa Timur dan Jawa Tengah ini masuk dalam daftar gunung yang berpotensi erupsi. Narasi itu bahkan mengaitkan fenomena tersebut dengan kenaikan lava akibat tekanan tektonik dari jalur Bojonegoro.
Namun, kabar tersebut langsung dibantah oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Lembaga ini memastikan tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Lawu. Masyarakat diminta tidak panik karena informasi yang beredar tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Berikut ini fakta-fakta terkait isu erupsi Gunung Lawu yang perlu diketahui:
1. Klaim Viral Gunung Lawu Akan Erupsi
Unggahan yang menyebut Gunung Lawu akan erupsi besar berasal dari akun media sosial tertentu. Akun tersebut mengklaim gunung ini berada dalam daftar gunung yang akan meletus dalam waktu dekat. Narasi itu juga menghubungkan adanya kenaikan lava dengan tekanan tektonik dari jalur Bojonegoro. Unggahan ini kemudian membuat sebagian masyarakat merasa khawatir.
Heruningtyas Desi Purnamasari, Ketua Tim Gunung Api PVMBG, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia menjelaskan bahwa Gunung Lawu memiliki karakteristik yang berbeda dengan gunung api aktif yang sering mengalami erupsi.
"Memang Gunung Lawu saat ini tipenya B ya, atau gunung api tipe B itu disebut juga gunung api yang ketika erupsi magmatik ya itu minimal satu kali dari tahun 1600 sampai sebelumnya. Jadi sejak 1600 itu Gunung Lawu belum pernah erupsi lagi," jelas Heruningtyas saat dihubungi pada Jumat, 19 Juni 2026.
2. Kondisi Terkini Gunung Lawu
PVMBG bersama Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) telah melakukan pengecekan langsung di lapangan. Pemeriksaan dilakukan setelah muncul laporan mengenai dugaan peningkatan aktivitas di Gunung Lawu.
Survei geokimia dilakukan untuk melihat kondisi aktivitas vulkanik. Hasil pengecekan menunjukkan tidak ada tanda-tanda peningkatan aktivitas magma.
"Nah, dari hasil itu didapatkan lah bahwa untuk yang Gunung Lawu pada waktu itu aktivitasnya itu masih normal seperti itu ya. Jadi tidak ada anomali seperti yang diinformasikan oleh masyarakat," tegas Heruningtyas.
Karena berstatus gunung api tipe B, Gunung Lawu tidak memiliki tingkatan status aktivitas seperti Level Normal, Waspada, Siaga, atau Awas. Sistem peringatan itu hanya diterapkan pada gunung api tipe A.
PVMBG menyebut informasi hoaks ini berasal dari akun media sosial yang memang kerap menyebarkan kabar palsu terkait bencana.
"Setelah ditelusuri oleh tim kami, ini memang ada akun yang dia itu khusus untuk menyebarkan berita-berita hoaks seperti itu ya. Jadi, dia tuh tidak hanya terkait tentang gunung api, tapi juga terkait tentang adanya gempa besar, tsunami, segala macam," ujarnya.
3. Rekam Jejak Erupsi Gunung Lawu
Catatan sejarah menunjukkan Gunung Lawu memang pernah mengalami aktivitas vulkanik. Namun, aktivitas itu bukan berupa letusan besar yang bersifat destruktif.
Mulyadi, Asisten Perhutani BKPH Lawu Selatan, menyebut erupsi terakhir Gunung Lawu terjadi pada tahun 1885. Saat itu erupsi yang terjadi berskala kecil.
"Memang Gunung Lawu pernah erupsi tapi tidak besar. Ratusan tahun lalu," ujar Mulyadi.
"Erupsi kecil saat itu dalam sejarah tahun 1885 dan hanya kecil terdengar suara dentuman," paparnya menambahkan.
Mulyadi menjelaskan bahwa Gunung Lawu masih tergolong gunung api aktif. Namun, gunung ini sudah lama tidak mengalami erupsi.
"Status gunung berapi aktif tapi tidur ratusan tahun terakhir erupsi 1885. Ada kawah juga yang berbau belerang," ungkap Mulyadi.
Kawah tersebut berada di jalur pendakian Cemoro Kandang, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Untuk kawah di wilayah Karanganyar jalur pendakian lewat Cemoro Kandang. Jarak dari pos masuk Cemoro Kandang mungkin sekitar 2 km," tandasnya.
4. Aktivitas Pendakian Gunung Lawu
Perhutani mencatat jumlah pendaki Gunung Lawu pada momen bulan Suro tahun ini mengalami penurunan. Jumlah ini lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, penurunan tersebut tidak ada kaitannya dengan isu hoaks mengenai Gunung Lawu akan erupsi besar.
"Kalau jumlah pendaki bulan Suro ini dibanding tahun lalu menurun. Tapi bukan pengaruh isu Gunung Lawu erupsi," ungkap Mulyadi.
Ia meminta para pendaki tetap tenang. Namun, kewaspadaan tetap harus diutamakan karena Gunung Lawu merupakan gunung api aktif yang sedang dalam fase tidur panjang.
"Kita imbau pendaki tidak panik namun waspada. Karena Gunung Lawu salah satu gunung berapi aktif yang lama tidur. Ada kawah juga berada di pos dua kawasan Karanganyar," pungkasnya.
5. Pendaki Sebut Kondisi Gunung Lawu Aman dan Normal
Di tengah viralnya isu erupsi besar, kondisi di lapangan menunjukkan situasi yang berbeda. Para pendaki yang berada di Gunung Lawu mengaku tidak menemukan tanda-tanda aktivitas vulkanik yang mencurigakan.
Aurel (20), salah seorang pendaki, mengatakan kondisi Gunung Lawu saat dirinya melakukan pendakian berjalan normal.
"Saya baru turun mendaki, alhamdulillah aman. Kita tidak perlu langsung percaya dan cari kebenaran dulu," ujar Aurel saat ditemui pada Jumat, 19 Juni 2026.
Aurel mengaku baru mengetahui kabar mengenai isu erupsi setelah kembali turun dari gunung.
"Saya belum lihat media sosial dan baru dengar ini," tandasnya.
Muhammad (20), pendaki lain, juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah panik. Ia menyarankan untuk menunggu informasi dari lembaga resmi.
"Belum dengar, saya dari Aceh kebetulan sedang di Kediri di Kampung Inggris," papar Muhammad.
"Kita jangan panik, tunggu kabar dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)," imbaunya.
Gunung Lawu memang merupakan gunung api aktif tipe B yang sudah lama tidak erupsi. Informasi yang beredar di media sosial tidak selalu benar. Masyarakat sebaiknya merujuk pada data resmi dari PVMBG atau BMKG untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang kondisi gunung ini.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Abu Bakar Ba'asyir Hadir di Milad Seabad Gontor
Munas-Konbes NU 2026 Dimulai di Ploso Kediri, Prabowo Hadir
Pesantren Bukan Sekadar Lembaga, Ikut Bangun Bangsa
Ribuan Massa di Jember Desak DPRD Dukung Program Koperasi Desa
Ribuan Warga Jember Demo Dukung Program MBG Tetap Jalan
BMKG Bantah Klaim Gempa Dahsyat Sesar Kendeng di Bojonegoro
Berita Terbaru
Ruben Dias Anggap Kritis ke Ronaldo Hanya Kebisingan
Maskapai Teluk Pulih, Penerbangan Kembali ke 82%
60 UMKM Betawi-Pecinan siap jajaki malam di Glodok
Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Harga Baru Cuma Setengah dari Harga Pasar
Delegasi UNDP dan Swiss Tinjau Program Hijau Siak
Abu Bakar Ba'asyir Hadir di Milad Seabad Gontor
Teka-teki batang korek api: hanya satu geseran bisa ubah semuanya
Minyak Goreng 66 Tahun: Rahasia Lezat atau Risiko Kanker?
