Ririn Dwi Nurtyani Masuk UGM 2025 Tanpa Biaya Kuliah
Gambar atau konten salah?
Ririn Dwi Nurtyani pernah menghadapi penolakan dari ayahnya ketika ia ingin melanjutkan kuliah. Meski begitu, ia yakin bahwa jika rezekinya sudah ada, maka jalannya akan terbuka.
Keputusan Ririn untuk masuk Universitas Gadjah Mada pada tahun 2025 tidak datang begitu saja. Ia berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya, Sutiono, bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan yang tidak tetap. Kadang ia harus menganggur menunggu pekerjaan baru, sementara ibu, Nur, mengurus rumah tangga dan mengandalkan pendapatan suaminya.
Meski hidup sederhana, Ririn tidak menyerah. Ia percaya pendidikan tinggi dapat mengubah nasib keluarganya. “Saya ingin melanjutkan merubah nasib keluarga yang sebelumnya cuma jadi pekerja seperti itu, melebihi pekerjaan orang tua saya,” ungkapnya di laman resmi UGM dikutip Kamis (18 Juni 2026).
Beruntung, Ririn tidak hanya berhasil masuk UGM, ia juga mendapatkan Beasiswa Pendidikan Unggul Bersubsidi 100% atau Uang Kuliah Tunggal (UKT) nol. Dengan begitu, ia dapat berkuliah tanpa biaya. Ia merasa sangat bersyukur atas kemudahan tersebut.
Alasan Ririn memilih jurusan S1 Ilmu dan Industri Peternakan adalah kecintaannya pada hewan. Di rumah, ia bersama kedua orang tua merawat ayam, bebek, dan burung sebagai hobi. “Saya menyukai hewan, terutama hewan-hewan ternak seperti ayam, bebek, dan sapi, sehingga punya minat dalam mengembangkan peternakan di kemudian hari,” jelasnya.
Support dari ibu sangat penting. Nur selalu mendukung cita-cita Ririn. Ia melihat potensi Ririn sejak kecil. “Saya selalu mendukung Ririn untuk mewujudkan cita-citanya,” kata Nur. Selama membesarkan Ririn, Nur menanamkan nilai kedisiplinan dan dorongan agar Ririn rajin belajar.
Selain itu, Ririn juga pernah menjadi juara kelas di sekolahnya. Saat bersekolah di SMAN 1 Wates, ia meraih juara 1 tingkat provinsi pada perlombaan marching band. “Mudah-mudahan besok Ririn bisa bersekolah lebih tinggi daripada orang tuanya. Agar Ririn bisa mengangkat derajat orang tua biar lebih baik dari penghasilan atau dari kehidupannya lebih baik,” harap Nur.
Ririn menunjukkan bahwa tekad dan dukungan keluarga dapat membuka pintu pendidikan, bahkan bagi mereka yang berasal dari latar belakang ekonomi terbatas. Dengan beasiswa dan semangat belajar, ia berpotensi membawa perubahan positif bagi keluarganya dan masyarakat sekitarnya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
