RSU Kasih Ibu Denpasar Luncurkan Pelatihan Perawat VR

Kartika D. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 42 dibaca
Bisik.id
RSU Kasih Ibu Denpasar Luncurkan Pelatihan Perawat VR

Gambar atau konten salah?

Rumah Sakit Umum (RSU) Kasih Ibu Denpasar terus mengembangkan cara memperbaiki layanan kesehatan. Salah satu inisiatif terbaru adalah pelatihan tenaga keperawatan yang menggunakan teknologi Virtual Reality (VR). Pelatihan ini berlangsung selama dua hari, 14 April 2026 dan 15 April 2026, dan melibatkan perawat dari seluruh unit RSU.

Untuk memfasilitasi pelatihan, RSU bekerjasama dengan NEWBASE, perusahaan teknologi asal Korea Selatan. NEWBASE menyediakan perangkat VR dan materi simulasi yang dirancang khusus untuk situasi medis. Dengan bantuan teknologi ini, perawat dapat merasakan pengalaman yang lebih nyata dibandingkan pelatihan konvensional.

Direktur RSU Kasih Ibu, Ni Kadek Dwi Widhyari, menyatakan bahwa penggunaan VR didorong oleh kebutuhan untuk mengikuti perkembangan zaman. Ia mengatakan, “Rumah sakit tidak ingin tertinggal dalam memanfaatkan kemajuan tersebut, terlebih dalam upaya peningkatan kompetensi SDM yang menjadi faktor penting dalam mutu pelayanan kesehatan,” kata Dwi dalam siaran pers.

Menurut Dwi, pelatihan berkelanjutan menjadi program utama rumah sakit. Ia menekankan bahwa VR dapat membuat pelatihan lebih menarik bagi generasi muda, sekaligus menghemat waktu dan biaya. Dengan VR, perawat dapat belajar tanpa harus menunggu pasien nyata.

Manager Medical Informatics RSU, Odilia Dea Novena, menjelaskan bagaimana perangkat VR menampilkan lingkungan kerja secara lengkap. Peserta dapat memutar kepala mereka untuk melihat ruangan seolah-olah berada di sana. Selain visual, perawat juga berinteraksi dengan pasien virtual yang bereaksi sesuai kondisi yang diatur.

Simulasi ini tidak hanya menampilkan gambar. Pasien virtual dapat memberikan respons tentang kesehatan mereka, sehingga perawat belajar menanggapi situasi nyata. Setiap tahap pelatihan dilengkapi prosedur yang harus diikuti, mulai dari panduan awal hingga keputusan mandiri.

Selama pelatihan, sistem VR mencatat performa setiap peserta. Nilai ini membantu perawat melihat area yang perlu ditingkatkan. Sistem penilaian objektif ini memberi umpan balik yang jelas dan terukur.

Manfaat VR sangat terasa bagi perawat baru atau lulusan yang belum memiliki pengalaman kerja. Mereka dapat memulai dengan dasar, seperti mengidentifikasi pasien dan melakukan pemeriksaan sederhana. Pelatihan ini memberi landasan kuat sebelum mereka menghadapi situasi di lapangan.

Menurut Kadek Hendra Frandika, Nurse Informatics RSU, VR melengkapi metode keperawatan tradisional. Metode konvensional sering memerlukan biaya tinggi dan tidak dapat meniru interaksi nyata. Dengan VR, perawat dapat berlatih secara dinamis dan realistis.

LPK Mitra Kasih Training Centre, yang bekerja sama dengan RSU, juga memanfaatkan VR. Pelatihan mencakup kondisi darurat dan situasi kepanikan. Hal ini membantu perawat memahami risiko keterlambatan tindakan dan pentingnya prosedur yang tepat.

LPK Mitra Kasih Training Centre ke depan juga berencana mengembangkan pelatihan tidak hanya untuk internal, tetapi juga eksternal, dengan memanfaatkan metode konvensional dan digital secara bersamaan,” ucap Ni Made Laksmiwati, pimpinan LPK. Ia menekankan bahwa teknologi VR membuat proses belajar lebih cepat dan efektif.

Chief Strategy Officer (CSO) Mo Hyojung dari NEWBASE menjelaskan keunggulan utama VR: kemampuannya mensimulasikan kasus medis yang jarang ditemui. Ia memberi contoh kasus pemeriksaan respons pupil tidak normal. Dengan VR, tenaga medis dapat berlatih sebelum menghadapi pasien nyata.

Pengembangan sistem VR melibatkan kolaborasi dengan dokter spesialis. Ini memastikan materi pelatihan akurat dan objektif. Selain itu, vendor menyediakan fitur “scenario studio” yang memungkinkan pengajar menyesuaikan skenario sesuai kebutuhan.

Teknologi VR juga disesuaikan dengan kondisi di Asia, termasuk Indonesia. Penyesuaian mencakup bahasa, budaya, dan peran tenaga medis yang berbeda dari negara barat. Hal ini membuat pelatihan lebih relevan bagi peserta lokal.

Penggunaan VR untuk pelatihan medis masih tergolong baru di Indonesia. Sebagian besar program masih dalam tahap percontohan. Namun, RS Kasih Ibu Denpasar menjadi salah satu pelopor yang mengimplementasikan teknologi ini secara resmi.

Dengan inovasi ini, tenaga medis, khususnya perawat, diharapkan lebih siap menghadapi dunia kerja. Pelatihan VR meningkatkan kepercayaan diri dan profesionalisme. Fokus utama tetap pada keselamatan pasien, yang menjadi prioritas utama rumah sakit.

Keberhasilan pelatihan ini menunjukkan bahwa teknologi dapat memperkuat kompetensi tenaga kesehatan. RSU Kasih Ibu Denpasar membuka jalan bagi institusi lain untuk mengikuti jejak ini. Dengan terus berinovasi, rumah sakit dapat menjaga mutu layanan dan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten.

Virtual RealityRSU Kasih Ibu DenpasarNEWBASEpelatihan keperawatansimulasi mediskompetensi tenaga kesehatan

Komentar

Memuat komentar...