Rumah Kosong Ciamis: Warisan & Harga Tinggi Menunda Penjualan
Gambar atau konten salah?
Ciamis dikenal dengan suasana kota yang tenang dan tertata. Namun di balik ketenangan itu, tersembunyi fenomena yang sering menimbulkan keheranan. Di beberapa ruas utama seperti Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Ir H Juanda, Jalan Tanjungsari dan Jalan Kartini, deretan rumah kosong dapat ditemui dengan mudah.
Beberapa bangunan masih berdiri kokoh, sementara yang lain tampak terbengkalai, dikelilingi rumput liar dan cat yang mulai memudar. Meski berada di lokasi strategis—beberapa bahkan tepat di jalur nasional yang dilintasi ribuan kendaraan setiap hari—papan bertuliskan Rumah Dijual tetap terpampang tanpa indikasi akan segera berpindah tangan.
Situasi ini menjadi ironi tersendiri. Saat banyak orang berambisi memiliki hunian di pusat kota, sejumlah rumah di kawasan perkotaan Ciamis justru kosong tanpa penghuni.
Lurah Ciamis, Muhlaso Dian Adinata, menjelaskan bahwa fenomena ini sebagian besar dipicu oleh warisan keluarga. Menurutnya, banyak pemilik rumah generasi pertama yang telah meninggal, sementara anak-anak mereka memilih menetap dan berkarier di luar daerah.
“Dari informasi yang kami terima, kebanyakan rumah kosong itu merupakan aset warisan. Setelah orang tuanya meninggal, anak-anaknya sudah tinggal dan bekerja di luar kota, sehingga rumah tersebut akhirnya tidak ditempati lagi,” ujarnya saat ditemui di Kelurahan Ciamis, Senin (15 Juni 2026).
Akibatnya, beberapa rumah hanya sesekali dikunjungi ahli waris. Ada pula yang dibiarkan kosong selama bertahun‑tahun sambil menunggu keputusan keluarga, apakah akan ditempati kembali atau dijual.
Beberapa pemilik memutuskan untuk menjual, namun proses penjualan seringkali berjalan lambat. Muhlaso menilai bahwa salah satu penyebabnya adalah harga yang ditawarkan relatif tinggi dibandingkan kondisi pasar properti di Ciamis.
“Ada beberapa rumah yang sudah lama dipasarkan tetapi belum terjual. Salah satu kemungkinan karena harga yang ditawarkan cukup tinggi. Standarnya kadang disamakan dengan kota‑kota besar, sementara kondisi pasar di Ciamis tentu berbeda,” katanya.
Menurutnya, masyarakat Ciamis yang mencari rumah untuk tempat tinggal umumnya memiliki banyak alternatif. Saat ini, berbagai perumahan komersial di kawasan perkotaan menawarkan rumah modern dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan rumah‑rumah lama di pusat kota.
“Kalau untuk kebutuhan hunian, masyarakat bisa mendapatkan rumah yang nyaman di kawasan perumahan dengan harga yang lebih realistis. Itu menjadi salah satu pertimbangan calon pembeli,” jelasnya.
Meski demikian, Muhlaso menilai kondisi tersebut tidak selalu harus dipandang negatif. Di tengah perkembangan kota‑kota lain yang semakin padat dan semrawut, Ciamis justru masih menawarkan suasana perkotaan yang tenang dan nyaman untuk ditinggali.
Ia mencontohkan, meski berada di pusat kota, lingkungan di Ciamis masih relatif tertata, tidak terlalu padat, dan memiliki kualitas hidup yang cukup baik bagi warganya. “Kalau bicara kenyamanan tempat tinggal, Ciamis masih sangat nyaman. Tengah kota pun suasananya masih tertata dan tidak terlalu padat. Itu justru menjadi salah satu kelebihan yang dimiliki Ciamis,” tuturnya.
Di sisi lain, pemerintah kelurahan terus mendorong masyarakat menjaga kebersihan lingkungan, termasuk di sekitar rumah‑rumah yang tidak berpenghuni. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan gotong royong rutin di tingkat RT dan RW serta dukungan Tim Ungu yang menangani kebersihan kawasan perkotaan.
Dengan kombinasi warisan keluarga, dinamika pasar properti, dan kebijakan kebersihan lingkungan, Ciamis tetap menjadi contoh kota yang, meski menghadapi tantangan rumah kosong, masih mempertahankan kualitas hidup dan ketenangan bagi penduduknya.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SIM Keliling Bandung 15‑20 Juni: Jadwal Lokasi 09‑12
Bupati Sukabumi Serah Kearsipan Bapenda Juara 2 Trofi
Cucuh Besar 4 Meter Terlihat di Sungai Cimandiri di Sukabumi
Job Fair Future Connect 2026: 3.019 Lowongan di GOR Bandung
Orang Tua Lapor PCMB SPMB Jabar: Error & Layanan Lambat
Jabar Tandatangani Akses Pendidikan Swasta 77Ribu
Berita Terbaru
Rumah Kosong Ciamis: Warisan & Harga Tinggi Menunda Penjualan
Penutupan Jembatan Serayu, Trans Banyumas Rute Kaliori
Perubahan Tahun Hijriah 1448 H: Mulai 1 Muharram 2026
Arema FC Bubar Gildson Pablo, Gelandang Brasil
Doa Akhir Tahun: Tradisi Sederhana Menutup Tahun Hijriah
Mikroplastik Terdeteksi di Kulit Manusia Gresik, USG
Robi Syianturi Raih VO2 Max 80, Viral di Media Sosial
Tiga Pemain Pencetak Dua Gol Bersaing Sepatu Emas 2026
MacBook Neo Jual 1,1 Juta Unit, AMD Soroti Kelemahan Gaming