Rupiah Melemah, Harga Input Menggerogoti Petani Kecil

Jaka M. · 1 min baca · 17 hari lalu · 50 dibaca
Bisik.id
Rupiah Melemah, Harga Input Menggerogoti Petani Kecil

Gambar atau konten salah?

Nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat mulai terasa hingga ke pedesaan. Kenaikan harga barang konsumsi dan biaya produksi pertanian membuat tekanan ekonomi dirasakan lebih kuat oleh petani kecil yang bergantung pada input berbasis impor.

Hal ini terlihat dari kenaikan harga bahan bakar, alat pertanian, dan bahan baku yang diimpor. Petani kecil, yang sebagian besar mengandalkan pupuk dan pestisida impor, merasakan dampak langsung pada biaya operasional mereka.

"Mengatakan bahwa masyarakat desa tidak terdampak pelemahan rupiah adalah kurang tepat. Justru masyarakat pedesaan, khususnya petani kecil, adalah kelompok yang paling rentan terhadap guncangan ekonomi," katanya pada Senin, 18 Mei 2026.

Henry Saragih menjelaskan bahwa meski masyarakat desa menggunakan rupiah, ketika rupiah melemah, penguatan dolar memicu inflasi barang pokok dan input pertanian, sehingga daya beli desa langsung turun tajam. Jadi, meskipun tidak memegang lembaran dolar, kantong masyarakat desa tetap tertekan oleh efek domino dari penguatan dolar tersebut.

"Ketika rupiah melemah dan memicu inflasi barang-barang pokok serta sarana produksi pertanian, daya beli masyarakat desa langsung merosot tajam. Jadi, meskipun tidak memegang lembaran dolar, kantong masyarakat desa tetap tertekan (dampak) oleh efek domino dari penguatan dolar tersebut,".

Pemerintah telah mencoba mengurangi beban melalui subsidi, namun subsidi tidak cukup menutupi kenaikan harga input yang cepat. Akibatnya, petani harus menyesuaikan pola tanam dan mencari alternatif yang lebih murah.

"Pelemahnya rupiah secara langsung

Rupiah melemahinflasipetani kecilsubsidi pemerintahbiaya produksi pertanianimportdaya beli desa

Komentar

Memuat komentar...